Bulan ini, gereja akan banyak membahas bagaimana caranya kita memiliki karakter yang serupa dengan Kristus dalam hidup. Ini merupakan hal yang penting dan sangat alkitabiah, sebab dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 8:28-29 . " Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. " Bicara soal membangun karakter yang benar di hadapan Tuhan, saya selalu membayangkan proses pembuatan pedang. Saya percaya karakter itu tidak terbentuk secara instan. Butuh banyak proses yang dilewati dalam jangka waktu yang panjang, hingga karakter itu terbentuk. Ketika karakter sudah terbentuk, perlu usaha yang cukup serius untuk mengubahnya. Tapi Alkitab, de...
Bicara kepemimpinan, sering kali dikaitkan dengan mengelola pengaruh ( influence ). Kita jadi sering membicarakan soal leadership traits dan kharisma. Tapi saya merasa itu hanya sebagian dari aspek kepemimpinan. Agar kita bisa menjadi pemimpin yang efektif dan selaras dengan rencana Tuhan, ada aspek lain yang perlu kita perhatikan dan kembangkan. Salah satunya, menurut saya, adalah kemampuan kita untuk mengelola segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam hal pengelolaan ini, saya percaya bahwa banyak kisah dan pengajaran dalam Alkitab yang bisa kita pelajari. Namun, kali ini saya mau mengajak kita untuk masuk lebih dalam ke perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, ...