Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2026

Yang Baik Belum Tentu yang Tuhan Mau

Bicara soal doa merupakan sebuah topik yang berulang kali dibahas di atas mimbar dalam pertemuan-pertemuan ibadah, pendalaman Alkitab, dan berbagai kesempatan yang ada. Sebagian besar dari kita mungkin sudah punya banyak pengetahuan mengenai definisi doa, mengapa kita harus berdoa, bagaimana cara berdoa, dan sebagainya. Tapi mengapa berdoa kadang-kadang masih menjadi tantangan dalam kehidupan kita sebagai pengikut Kristus? Atau lebih tepatnya, mengapa kita terkadang “lupa” berdoa atau bahkan sebagian dari kita menghindari/tidak suka berdoa? Sedangkan kita sadar bahwa berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Dalam perenungan ini, Tuhan membawa saya kepada satu kejadian di Alkitab yang menarik. Pada Kitab Kejadian 2 dan 3, diceritakan mengenai manusia mula-mula serta buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dikatakan bahwa setelah mereka memakannya, mata mereka akan terbuka dan mereka akan menjadi seperti Allah, tahu tenta...

Ketika Kasih Karunia Menjadi Tantangan Kehidupan

Kasih karunia Tuhan merupakan salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan dalam komunitas gereja sejak dahulu. Bahkan, kita bisa bilang bahwa salah satu fondasi paling penting dalam iman Kristiani adalah kasih karunia keselamatan yang Allah berikan. Kita mungkin bisa mengaitkan berbagai kejadian positif yang kita alami sepanjang hidup kita dengan kasih karunia dari Tuhan. Pertanyaannya, apakah kasih karunia hanya terbatas pada kejadian-kejadian positif tersebut? Saya pribadi melihat kasih karunia Tuhan lebih dari itu, karena banyak kejadian di mana kasih karunia Tuhan bisa saja datang dalam bentuk kejadian yang menyulitkan atau tidak menyenangkan. Ingat kejadian yang dialami oleh Maria? Dalam Lukas 1:30-31 disebutkan: " Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. " Saya berusaha men...

Ketika Improvisasi membawa kita semakin jauh dari Tuhan

Dalam Injil Matius pasal 22, Yesus mengajar melalui perumpamaan. Kata-Nya:  Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya . Dalam perumpamaan yang Yesus ceritakan, ada tiga jenis orang yang memberikan tanggapan terhadap perjamuan kawin tersebut. Kelompok pertama adalah orang-orang yang diundang, tetapi tidak mau hadir. Kelompok kedua adalah orang-orang yang diundang dan hadir, namun tidak berpakaian pesta. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang diundang, hadir, dan sudah berpakaian pesta. Tuhan Yesus lalu menutup perumpamaan itu dengan: “ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. ” Perumpamaan ini sesungguhnya berbicara tentang perubahan hidup. Orang yang hadir berarti memberikan respons positif terhadap panggilan Tuhan dalam hidupnya, sedangkan baju pesta menandakan perubahan hidup yang diaktualisasikan melalui perbuatan nyata. Dalam hal ini, akan jauh lebih mudah menilai sesuatu yang berada di ekstrem ...