Bicara kepemimpinan, kita sering mendengar bahwa pemimpin yang baik harus mampu menginspirasi dan melayani. Kedua hal ini sering kali menjadi ganjalan bagi sebagian orang untuk mulai memimpin karena merasa belum mampu melakukannya. Perasaan ini wajar mengingat besarnya beban seorang pemimpin, namun kita perlu menyadari bahwa tidak ada orang yang terlahir langsung menjadi pemimpin. Lebih mendasar lagi, kepemimpinan bukanlah status eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi segelintir orang. Suka atau tidak, setiap dari kita sudah diberikan lingkup pengaruh, sekecil apa pun itu. Kepemimpinan diri adalah titik awal bagi semua orang, namun pengaruh itu selalu bergerak ke luar: kepada keluarga, komunitas, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Saya percaya bahwa dalam konteks sebagai seorang pengikut Kristus, inilah standar kepemimpinan yang Tuhan kehendaki: seorang pemimpin adalah orang yang bersedia melewati berbagai proses untuk menjadi pribadi yang dibentuk dan bergant...