Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2020

Ketika hidup rasanya banyak masalah

Pernah gak sih kamu merasa bahwa hidup seakan-akan banyak masalah? Mulai dari rencana-rencana yang tidak berjalan sesuai dengan harapan kita, adanya orang-orang yang menyusahkan kita, ditinggalkan orang yang kita kasihi, sakit penyakit, kesulitan keuangan, kesepian, perasaan tidak ada orang yang mengerti tentang kebutuhan kita, dan banyak hal-hal lainnya yang membuat kita merasa kesal, sedih, ataupun kecewa. Seringkali hal-hal tersebut membuat kita merasa kehilangan damai sejahtera, dan mulai bertanya-tanya, di mana sih Tuhan? Atau apa ya salah kita sehingga Tuhan menimpakan semuanya itu terhadap kita? Yang paling mengesalkan, pada waktu kita butuh diperhatikan atau ditolong, justru ada orang-orang yang tidak peka yang menghujani kita dengan nasihat atau komentar menggurui yang membuat kita jadi semakin tidak nyaman dengan keadaan kita, apalagi kalau nasihat-nasihat yang diberikan disertai dengan ayat-ayat Firman Tuhan yang panjang lebar. Ujung-ujungnya kan kita menjadi malas untuk ber...

Benarkah kita sesungguhnya sudah dewasa?

Hari ini saya belajar banyak tentang sifat kekanak-kanakan dari anak saya yang berumur lima tahun. Saya begitu merasa kesal ketika ia mengabaikan akan apa yang sudah saya tetapkan dan bahkan melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang saya minta. Di tengah rasa kesal saya, Tuhan berbicara secara personal dalam perenungan saya. Saya bertanya kepada Tuhan mengapa saya rasanya begitu kesal karena apa yang diperbuat oleh anak saya, dan mengapa anak saya sulit sekali untuk dapat melakukan apa yang saya minta padahal apa yang saya minta adalah untuk kebaikannya. Tuhan menjawab saya dengan sederhana, yang pertama karena saya bukan Bapa di sorga. Dan yang kedua, karena anak saya masih anak-anak. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:11 berkata, Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu . Apa sih sifat kanak-kanak itu? Dari apa yang bis...

Jangan memiliki iman yang buta!

Jika kita berbicara tentang orang yang percaya kepada Tuhan dan segala kuasa-Nya, maka aspek paling utama yang paling sering dibahas adalah tentang iman. Ibrani 11:1 berkata bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat . Tanpa iman, mustahil manusia bisa membangun hubungan dengan Tuhan yang tidak kelihatan. Percayakah kamu bahwa iman sesungguhnya memiliki kekuatan yang amat besar? Yesus pernah berkata dalam  Matius 17:20 ,  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu . Mengapa iman bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Pertama-tama kita harus tahu dulu, dimanakah letak iman? Rasul Paulus berkata dalam Roma 10:10 , Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan den...

Biar ini jadi viral!

Pada masa pandemi seperti saat ini dimana semua orang banyak beraktivitas di rumah, konsumsi paling tinggi terjadi pada penggunaan internet. Arus informasi yang begitu cepat membuat perkembangan trend masa kini menjadi begitu mudah tersebar luas. Akibatnya? Banyak orang berusaha untuk mengikuti setiap trend yang ada agar tidak terlihat “ketinggalan.” Makanya sekarang ada istilah viral. Sepertinya kalau kita tidak mampu mengikuti trend yang ada kita menjadi pribadi yang tidak menarik dan biasa-biasa saja. Pola pikir ini akhirnya menciptakan fenomena generasi ikut-ikutan. Tidak perduli apa yang diikuti itu sebenarnya benar atau tidak, bermanfaat atau tidak, pokoknya jangan sampai ketinggalan. Ternyata, Tuhan sebenarnya mau kita tampil beda loh! Matius 5:16 berkata: Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga . Tuhan mau bukan kita yang ikutan viral, tapi justru kita yang menciptakan viral yang p...

Menjadi anggota Gereja yang bijaksana

Beberapa waktu belakangan, saya cukup sering menerima tautan-tautan tentang pembahasan di media sosial tentang " style " dari beberapa orang yang memiliki label hamba Tuhan, begitu banyak pro dan kontra tentang hal ini. Ada juga yang membahas tentang bagaimana seharusnya organisasi gereja dan hamba Tuhan berlaku, hal ini juga menimbulkan banyak pro dan kontra yang "panas." Hal ini membuat saya cukup merenung, akan apa yang diperdebatkan oleh para netizen tersebut. Hal pertama yang saya renungkan, malah bukan tentang apa yang diperdebatkan oleh mereka. Justru saya merenungkan tentang perdebatan itu sendiri. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Titus, berkata: Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka . ( Titus 3:9 ) Dalam versi terjemahan The Message, Titus 3:8-11  Rasul Paulus berkata demikian:  I want you to put your foot down....

Kristen? Atau Pengikut Kristus?

Saya ingin memulai tulisan hari ini dengan dua pertanyaan, yang pertama adalah "Mengapa anda memutuskan untuk memeluk agama Kristen?" Dan yang kedua adalah "Mengapa anda memutuskan menjadi pengikut Kristus?" Saya titik beratkan pada kata memutuskan. Saya percaya bahwa para pembaca tulisan ini sudah cukup dewasa untuk memutuskan sesuatu bagi diri kita sendiri secara independen. Mungkin sebagian bingung dengan kedua pertanyaan yang kelihatannya serupa ini, tapi sebenarnya kedua hal ini adalah dua hal yang sejatinya sangat berbeda secara prinsip. Keputusan untuk memeluk sebuah agama sebenarnya adalah sebuah keputusan yang membuat kita masuk dalam kalangan komunitas tertentu. Ketika kita sudah masuk dalam komunitas itu, maka kita akan mendapatkan ' label ' keanggotaan yang akan melekat pada diri kita, mungkin kita diberikan kartu keanggotaan, atau bisa jadi kita melakukan perubahan kecil pada Kartu Tanda Penduduk yang kita miliki. Setelahnya, kita berharap akan ...

Mempergunakan penglihatan dan waktu dengan benar

Percaya atau tidak, banyak dari karakter dan kebiasaan yang kita miliki sekarang adalah hal yang diwariskan oleh orang tua kita. Hal ini identik dengan peribahasa bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Yang menarik, bukan apa yang diwariskan, namun bagaimana karakter dan kebiasaan itu diwariskan. Meskipun sebagian karakter tersebut diwariskan dari DNA, namun sebagian karakter dan hampir semua kebiasaan yang diwariskan ternyata diwariskan dengan 'tidak sengaja.' Kita sering melihat bahwa ketika seorang teman kita adalah seorang pemarah, ada kemungkinan besar bahwa salah satu atau kedua orang tuanya juga adalah pemarah. Pertanyaannya, apakah mereka dengan sengaja mengajarkan anaknya untuk menjadi pemarah? Lalu darimana si anak 'mempelajari' karakter pemarah atau kebiasaan meluapkan emosinya dengan tidak terkendali? Menurut saya, hampir pasti karena si anak begitu sering melihat apa yang orang tuanya lakukan selama bertahun-tahun. Jadi dapat disimpulkan, apa yang serin...

Relasi diatas 'kebenaran' pribadi

Secara umum kita tahu bahwa Kristen dianggap sebagai sebuah 'agama.' Menariknya, di dalam Alkitab, tidak ada catatan mengenai terbentuknya sebuah agama. Pemahaman konsep gereja pada masyarakat umum pun dewasa ini sudah bergeser jauh dari makna sebenarnya yang tercatat di dalam Alkitab. Bahkan diantara sesama pengikut Kristus pun seakan-akan memiliki paham dan pendapatnya masing-masing akan Firman Allah. Belakangan entah mengapa saya mendapatkan cukup banyak konten mengenai apologetika (Ilmu sistematis yang mempertahankan dan menjelaskan iman dan kepercayaan Kristen) dalam bentuk perdebatan-perdebatan antar agama, bahkan intra agama. Dari sana saya 'tergelitik' melihat betapa intensnya perdebatan ini bisa terjadi. Ditengah keseruan saya 'menikmati' konten serupa, Tuhan menaruh sesuatu di dalam hati saya beberapa hari yang lalu lewat sebuah perikop Alkitab yang tercatat pada Roma 14:1-12  yang secara tiba-tiba muncul untuk saya baca di hari tersebut dengan judul p...

Kekhawatiran orang percaya

Salah satu kesulitan yang dialami manusia selama hidupnya adalah tentang kekhawatiran. Hal tentang kekhawatiran itu mudah diberikan obatnya, namun sulit untuk disembuhkan.Hampir semua orang yang mengaku percaya kepada Yesus minimal pernah mendengar pengajaran tentang kekhawatiran. Salah satu pengajaran yang paling terkenal tentang kekhawatiran adalah khotbah Yesus di bukit. Matius 6:25-34 - Hal Kekuatiran " Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan ...