Jika kita berbicara tentang orang yang percaya kepada Tuhan dan segala kuasa-Nya, maka aspek paling utama yang paling sering dibahas adalah tentang iman. Ibrani 11:1 berkata bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tanpa iman, mustahil manusia bisa membangun hubungan dengan Tuhan yang tidak kelihatan. Percayakah kamu bahwa iman sesungguhnya memiliki kekuatan yang amat besar? Yesus pernah berkata dalam Matius 17:20, Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Perhatikanlah bahwa kedua jenis orang itu sama-sama mendapatkan musibah air bah dan banjir bukan? Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa perjalanan kita selalu mulus dan tanpa persoalan. Tuhan hanya berjanji bahwa ia akan menjaga hidup kita supaya tetap kokoh dan tidak hancur. Daud dalam Mazmur 37:23-24 pun berkata: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Kalau tidak berhati-hati kita pun tetap bisa terjatuh kok, namun karena Tuhan menyertai kita diberi kekuatan untuk melewati semuanya itu. Daud juga berkata dalam Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Daud memiliki iman yang benar, dimana Daud sadar bahwa ia tidak bisa menghindari masa-masa sulit dan suatu saat terpaksa harus melewati lembah kekelaman, Daud beriman bahwa penyertaan Tuhan tidak akan pernah hilang dari dirinya.
Lalu bagaimana kita tahu bahwa iman kita tidak salah arah? Rasul Paulus dalam Roma 10:17 berkata Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Garis bawahi kata firman Kristus. Inilah mengapa kita harus sering membaca dan memperkatakan firman Tuhan! Apa yang kita dengar dari orang lain bisa saja salah, atau kita bisa saja menangkap makna yang salah dari perkataan orang lain, namun jika kita membaca, merenungkan, mempraktekkan dan memperkatakan firman Tuhan langsung dari sumbernya, maka kesalahan-kesalahan itu bisa kita hindari. Iman yang muncul tanpa dasar dari Firman Tuhan yang benar layaknya kita mengarahkan kekuatan besar iman yang ada di hati kita ke area kosong tanpa sasaran. Hasilnya? Kita hanya akan menerima kekecewaan karena tidak mengalami dampak apapun. Dasar firman Kristus-lah yang menjadi sasaran tembak iman kita supaya kita bisa melihat mujizat Tuhan terjadi.
Mengapa iman bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Pertama-tama kita harus tahu dulu, dimanakah letak iman? Rasul Paulus berkata dalam Roma 10:10, Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Disinilah kunci kekuatan iman. Karena iman berada di hati kita, potensi besarnya iman menjadi tidak terbatas. Ada peribahasa berkata, dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa tahu? Raja Salomo juga pernah berkata dalam Amsal 24:10, Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Berbeda dengan pikiran, apa yang ada di hati kita tidak selalu dipengaruhi oleh keadaan. Keadaan bisa saja kelihatan buruk, tapi hati kita bisa tetap bersemangat dan penuh dengan sukacita. Kalau iman berada di pikiran aja, maka sebentar saja iman akan mati. Pikiran kita terbatas, pengetahuan kita juga terbatas. Makanya kita tidak bisa membayangkan apa yang tidak bisa kita pikirkan, tapi hati kita bisa merasakan apa yang tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya.
Sayangnya, kekuatan iman yang besar ini seringkali salah arah. Ada orang yang beriman bahwa dengan menjadi anak Tuhan pasti dia tidak akan mendapat masalah, dan hidup akan selalu berjalan dengan mulus. Ingat perumpamaan tentang dua macam dasar? Tuhan Yesus dalam Lukas 6:46-49 berkata Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Perhatikanlah bahwa kedua jenis orang itu sama-sama mendapatkan musibah air bah dan banjir bukan? Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa perjalanan kita selalu mulus dan tanpa persoalan. Tuhan hanya berjanji bahwa ia akan menjaga hidup kita supaya tetap kokoh dan tidak hancur. Daud dalam Mazmur 37:23-24 pun berkata: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Kalau tidak berhati-hati kita pun tetap bisa terjatuh kok, namun karena Tuhan menyertai kita diberi kekuatan untuk melewati semuanya itu. Daud juga berkata dalam Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Daud memiliki iman yang benar, dimana Daud sadar bahwa ia tidak bisa menghindari masa-masa sulit dan suatu saat terpaksa harus melewati lembah kekelaman, Daud beriman bahwa penyertaan Tuhan tidak akan pernah hilang dari dirinya.
Lalu bagaimana kita tahu bahwa iman kita tidak salah arah? Rasul Paulus dalam Roma 10:17 berkata Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Garis bawahi kata firman Kristus. Inilah mengapa kita harus sering membaca dan memperkatakan firman Tuhan! Apa yang kita dengar dari orang lain bisa saja salah, atau kita bisa saja menangkap makna yang salah dari perkataan orang lain, namun jika kita membaca, merenungkan, mempraktekkan dan memperkatakan firman Tuhan langsung dari sumbernya, maka kesalahan-kesalahan itu bisa kita hindari. Iman yang muncul tanpa dasar dari Firman Tuhan yang benar layaknya kita mengarahkan kekuatan besar iman yang ada di hati kita ke area kosong tanpa sasaran. Hasilnya? Kita hanya akan menerima kekecewaan karena tidak mengalami dampak apapun. Dasar firman Kristus-lah yang menjadi sasaran tembak iman kita supaya kita bisa melihat mujizat Tuhan terjadi.
Satu hal yang juga tidak kalah pentingnya, jangan mengutip hanya sebagiaan firman Tuhan sebagai dasar iman kita secara sembarangan tanpa mengerti makna yang sesungguhnya seperti yang banyak dilakukan oleh orang di luar sana! Rasul Paulus berkata dalam Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Akal budi yang dimaksud adalah hikmat perenungan dari firman Tuhan yang kita terima dalam hati. Tanpa benar-benar merenungkan firman Tuhan secara serius dan fokus, kita seringkali terjebak hanya menerima apa yang menarik didengar atau mudah dilakukan saja. Contohnya dulu saya sering mengutip firman yang mengatakan bahwa TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun. Firman ini tentu menguatkan saya, tapi sesungguhnya saya kehilangan fokus pada bagian terpenting dari firman tersebut yang sesungguhnya berbunyi demikian: Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia. Jadi tanpa pengertian yang benar akan firman Tuhan, kita hanya akan memiliki iman yang buta, dan kita tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dan pada akhirnya anak panah iman kita hanya tinggal perlu tarikan terarah menuju sasaran firman Tuhan lewat mempraktek firman yang kita terima, seperti yang tertulis pada Yakobus 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
Mari kita atur kembali keseharian kita dengan mengalokasikan waktu yang terbaik untuk membaca dan memperkatakan firman Tuhan, sambil mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari kita supaya iman kita bisa bertumbuh dengan sehat dan terarah dengan benar sesuai dengan sasaran yang berasal dari setiap janji-janji Tuhan pada kita. Dan bagi kamu yang sudah memiliki iman, jangan sampai iman yang sudah susah payah kita tumbuhkan menjadi mati, seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam Yakobus 2:26, Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Tuhan Yesus memberkati! (CBA)
Comments