Skip to main content

Posts

Apakah kita berada di sebuah sel yang sehat dan bertumbuh?

Komunitas sel atau seringkali disebut komsel adalah sebuah kelompok kecil di dalam tubuh gereja dimana masing-masing anggota berkomitmen untuk bergerak bersama-sama menuju sebuah visi dari gereja dimana komunitas tersebut berada. Seringkali disebutkan bahwa tanpa tertanam di sebuah komunitas sel, tidak akan ada pertumbuhan yang terjadi. Tapi apakah dengan bergabung ke dalam sebuah komunitas sel maka pertumbuhan pasti terjadi? Dalam konteks biologi, sel adalah unit terkecil yang dapat hidup secara mandiri. Secara sederhana, sebuah sel memiliki tiga komponen besar dalam dirinya:  Membran sel yang bertugas membungkus dan melingkupi sel, menyaring apa yang masuk dan keluar dari sel tersebut, Nukleus berisikan DNA yang menentukan karakter dan sifat dari sel tersebut, dan Sitoplasma sebagai tempat penyimpanan semua substansi yang menghidupi sel tersebut. Hal yang sama berlaku dalam komunitas sel di dalam gereja, dimana biasanya: Ada pemimpin sel yang bertugas menggembalakan sel Ada Krist...

Hal-hal terkait hubungan antar manusia

Limitasi yang dihadapi seseorang dalam melakukan banyak hal seorang diri adalah sangat besar. Dengan bertambahnya jumlah orang, sesungguhnya banyak limitasi dapat dihindari, dan jika dikelola dengan tepat maka hasil yang dapat dicapai bisa menjadi jauh lebih baik. Tuhan Allah sendiri berkata, " Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. " Nah, supaya hal tersebut bisa terjadi, maka kita perlu memiliki hubungan yang baik terlebih dahulu. Sebab, tanpa hubungan yang baik, bukan kerjasama yang kita dapatkan namun pertengkaran dan keributan. Saya percaya bahwa ini adalah salah satu prinsip utama dalam kehidupan kita sehari-hari. Masalahnya, tidak mudah untuk memiliki hubungan yang baik dengan sesama manusia. Manusia itu pada suatu titik pasti saling melukai. Tidak ada satupun tokoh Alkitab yang tidak pernah melukai sesamanya, entah melalui perbuatan maupun lewat tindakan. Lalu bagaimana kita bisa memiliki hubungan yang baik? Saya percaya kunci dari sebuah hubungan yang baik ...

Mengapa seseorang kehilangan kasih mula-mula?

Ketika saya mengikuti ibadah Minggu yang lalu, Firman yang disampaikan berbicara mengenai kasih mula-mula. Dimana kita dihimbau untuk kembali kepada kasih kita yang mula-mula kepada Tuhan. Hal ini membuat saya berpikir, apa kira-kira hal yang membuat kasih seseorang menjadi pudar atau menjadi suam-suam kuku, bahkan menjadi dingin? Firman Tuhan dalam Matius 24:12 berkata " Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin . " Disini Kristus sedang berbicara mengenai tanda-tanda kedatangan-Nya dan tanda kesudahan dunia, dimana keadaan dan kondisi dunia menjadi semakin buruk. Hal ini senada dengan apa yang dituliskan pada surat 2 Timotius 3:1-4 , yang berbunyi: " Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima ka...

Kita ini domba atau kambing sih?

Sadarkah Anda bahwa domba adalah seekor hewan yang cukup sering disebutkan di dalam Alkitab, bahkan Kristus Yesus juga disebut sebagai gembala dari domba. Mengapa dari begitu banyak hewan yang diciptakanNya, domba yang dipilih sebagai analoginya? Berawal dari rasa penasaran ini, saya mencoba mencari tahu mengenai fakta-fakta mengenai domba yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya, apalagi tidak mudah menemukan domba di Indonesia dibandingkan dengan hewan ternak lainnya seperti ayam, sapi, atau babi. Dari pencarian saya, ada beberapa hal unik yang saya temukan. Diantara berbagai fakta-fakta unik tentang domba, ada satu hal yang sangat menarik domba bagi saya, yaitu domba adalah hewan yang memiliki kecerdasan emosional yang kompleks, beberapa penelitian menyebutkan bahwa domba dapat mengalami berbagai jenis emosi, seperti kemarahan, ketakutan, kebosanan, dan kesenangan. Tidak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa domba bisa memiliki kepribadian yang berbeda (optimis maupun pesimis)...

Apa yang salah dengan suam-suam kuku?

Bagi para penikmat kopi, tentu masing-masing punya preferensinya sendiri dalam menikmati kopi. Ada yang senang mengonsumsi kopi seduh yang panas dan masih beruap wangi, ada juga yang senang mengonsumsi es kopi yang dingin dan menyegarkan tenggorokan. Tapi saya jarang menemukan orang yang senang meminum kopi dalam keadaan suam-suam kuku, tidak panas juga tidak dingin, jika kopi panas atau es kopi yang dibeli sudah menjadi suam-suam kuku, biasanya sudah tidak akan diminum lagi. Analogi tersebut mungkin bisa lebih jauh menjelaskan apa yang tercatat dalam kitab Wahyu 3:14-16 :  Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku . Bagi saya sebenarnya, ayat ini cukup sering saya...

Apa Tujuan Dari Goncangan Kehidupan?

Kita semua melihat dan bahkan merasakan bahwa belakangan ini, dunia sepertinya mengalami banyak goncangan. Mulai goncangan ekonomi, kesehatan, terorisme, dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya masih merupakan goncangan-goncangan kecil, sebab Firman Tuhan dalam Ibrani 12:26 berkata, " Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. " Saya sulit membayangkan apabila guncangan yang Tuhan sebutkan itu tiba, mengingat keadaan pandemi COVID-19 yang kita alami saat ini sudah begitu seriusnya mengguncang kehidupan kita. Mengapa Tuhan hendak menggoncangkan kita? Karena goncangan ini dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan ( Ibrani 12:27 ). Kabar baiknya, Firman Tuhan menyatakan bahwa kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan ( Ibrani 12:28 ). Ini adalah salah satu bukti  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak...

Apa yang kamu sembah?

Tahukah Anda, Penyembahan dalam bahasa inggris, worship, berasal dari bahasa Inggris kuno abad ke-17: weorþscipe, yang sebenarnya terdiri dari dua elemen, worth-ship, yang kemudian bermakna: "to give worth to something." Jika kita menilik kepada pemahaman tersebut, artinya perbuatan yang bernama penyembahan sesungguhnya tidak perlu diajarkan kepada kita secara teori, karena saya percaya kita semua sudah mahir dalam memberi nilai kepada sesuatu. Adalah sesuatu yang nyata bahwa apa yang kita sembah adalah hal-hal yang kita beri nilai lebih tinggi dari diri kita sendiri. Sepanjang sejarah, Manusia tidak pernah menyembah sesuatu yang nilainya dianggap lebih rendah dari dirinya sendiri. Inilah mengapa ekspresi penyembahan yang paling dapat dimengerti oleh manusia adalah bersujud, karena posisi bersujud artinya kita merendahkan diri kita, mengakui bahwa kita tidak sejajar dengan apa yang kita sembah. Saat ini, pertanyaan penting yang perlu kita semua jawab, apa yang kita sembah? Ha...

Menghabiskan waktu dengan Tuhan?

Seringkali kita diingatkan atau didorong untuk dapat mengenal pribadi Tuhan lebih dalam. Bahkan tidak hanya mengenal, kita sewajarnya mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan kita ( Ulangan 6:5 )! Tuhan sebenarnya begitu ingin memiliki hubungan yang intim dengan kita, ciptaanNya. Pertanyaannya, mengapa seringkali hal ini malah justru sulit untuk kita lakukan? Ada sebuah firman Tuhan dari Yesaya 1:18-20 , dengan perikop " Let’s Argue This Out " yang akan saya coba bagikan dalam terjemahan The Message, yang berbunyi seperti berikut: “Come. Sit down. Let’s argue this out.” This is God’s Message: “If your sins are blood-red, they’ll be snow-white. If they’re red like crimson, they’ll be like wool. If you’ll willingly obey, you’ll feast like kings. But if you’re willful and stubborn, you’ll die like dogs.” That’s right. God says so. Ya, firman tersebut memiliki sebuah janji yang luar biasa dari Tuhan akan sebuah penerimaan yang penuh, namu...

Ekspektasi dan Respon dalam Memberi

Pernahkah kamu berusaha memberi sesuatu kepada seseorang namun respon orang yang menerima tidak sesuai dengan harapanmu? Apa yang kamu pikirkan dan rasakan setelah itu? Tahukah kamu bahwa apa yang kemudian kita pikirkan dan rasakan menjadi gambaran seberapa mampu kita menguasai diri kita sendiri? Hari ini kita akan belajar dari Kain dan Habel tentang menguasai diri kita sendiri, khususnya mengenai mengelola ekspektasi dan respon kita ketika memberi. Kejadian 4:3-7   Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berse...

Roh Kudus, Pribadi yang Penting bagi Kita

Ketika kita berbicara mengenai Roh Kudus, mungkin sebagian dari kita kesulitan dalam menggambarkan tentang Roh Kudus. Meskipun seringkali dikhotbahkan di gereja, atau dibahas dalam pertemuan-pertemuan ibadah. Saya sendiri masih sering mendengar perdebatan mengenai Roh Kudus, yang berbeda adalah, ketika kita sudah memiliki pengalaman pribadi dengan Roh Kudus kita tidak perlu berdebat lagi mengenai keberadaan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Dalam Alkitab, Roh Kudus bahkan berperan penting dalam kehadiran Kristus Yesus. Dikatakan dalam Matius 1:18 , " Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus , sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. " Jangan kita menganggap Roh Kudus sebagai sebuah "hal." Roh Kudus sesungguhnya adalah sebuah pribadi yang hidup bersama-sama dengan kita. Yesus berkata dalam Yohanes 14:26 , " tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus , yang akan diutus oleh B...

Identitas sebagai benih

Setiap manusia tentu memiliki identitas diri. Bahkan kita bisa saja memiliki beberapa identitas sekaligus. Identitas adalah sesuatu yang membedakan kita dengan orang lainnya. Begitu pentingnya identitas, kita tidak bisa hidup tanpa identitas. Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita juga menerima identitas sebagai pengikut Kritus. Sayangnya banyak diantara kita yang taken for granted  akan identitas yang diberikan kepada kita melalui kasih karunia ini. Kristus sendiri berkata dalam Yohanes 15:16 ,  Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu . Mengapa saya berkata bahwa banyak diantara kita  taken for granted  akan identitas yang diberikan kepada kita? Karena banyak diantara kita yang mengenakan label identitas tapi lupa atau tidak mau membawa beban yang...

Resident atau Visitor?

Setiap orang pasti ingin menjadi lebih baik, atau setidaknya dipandang lebih baik oleh orang lain. Saya pribadi juga begitu. Ada perasaan sukacita jika saya mampu menghasilkan sesuatu yang baik dalam hidup. Secara ilmiah, ini sejalan dengan teori Maslow yang mengatakan bahwa kebutuhan tertinggi seorang manusia adalah aktualisasi diri. Nah, salah satu cara aktualisasi diri terbaik adalah mencapai tujuan yang lebih baik atau lebih tinggi. Sadarkah kita, bahwa konsep hidup dalam Kristus sesungguhnya punya arah perjalanan yang sama, yaitu berbuah maksimal! Ada Firman Tuhan yang membahas tentang hal ini: Yohanes 15:1-8 " Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari d...

Teladan Kristus: Menghadapi Kesepian

  Pernahkah Anda merasa kesepian? Rasanya tidak ada orang yang mengerti akan beratnya masalah atau tantangan yang sedang kita hadapi? Minggu lalu, saya mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh gembala saya mengenai apa saja yang bisa kita lakukan ketika kita sedang sendirian. Tiba-tiba sebuah kata muncul dalam pikiran saya, yaitu "kesepian." Perasaan kesepian bukan merupakan perasaan yang menyenangkan. Sekalipun saya merupakan seorang introvert yang menikmati keadaan yang tenang, tapi saya tidak mau kesepian.  Kesepian merupakan sebuah keadaan di mana seseorang merasa hampa, sendirian, dan tidak diinginkan. Kesepian bukan masalah fisik, tapi masalah mental. Orang bisa saja berada di tengah-tengah keramaian orang, tapi tetap merasa kesepian. Entah mengapa, ketika membayangkan tentang kesepian, saya teringat tentang kisah Yesus sebelum ia ditangkap untuk disalibkan. Kejadian yang paling diingat orang ketika membicarakan masa itu adalah perjamuan Paskah antara Yesus dengan...

Rebound! Bounce back higher!

Perjalanan bersama Tuhan tidak selalu menjadi perjalanan yang mulus, memiliki pemandangan yang indah, terang benderang, dan tanpa gangguan. Bahkan dikatakan dalam Mazmur 23:4 , " Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,... " Ingatkah kisah dalam Markus 4 ketika Yesus dan murid-muridNya ada dalam sebuah perjalanan menyeberangi danau tiberias? Markus 4:37 menyebutkan bahwa, " Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. " Bahkan murid-muridNya yang berjalan bersamaNya pun tidak luput dari badai. Tahukah Anda bahwa lebar maksimal dari danau ini hanya 13 km? Badai umumnya hanya terjadi di danau-danau besar ( great lakes ) dengan luas belasan hingga puluhan ribu  km 2 . Sebagai perbandingan, danau tiberias (laut galilea) hanya memiliki luas 166  km 2 . Dari cerita itu, saya belajar bahwa badai bisa muncul kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja tidak perduli seberapa hebat, s...

Visi 2021

2020 sudah berlalu, sekarang kita sudah memasuki tahun 2021. Tahun yang mungkin belum kelihatan cerah karena pandemi COVID-19 belum juga berlalu dari muka bumi. Tapi jangan sampai apa yang kita lihat saat ini menghalangi kita untuk melihat visi yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Masih ingat ketika Tuhan memberikan visi kepada Abraham? 2 kali Tuhan memberikan visi yang sama kepada Abraham, menggunakan dua pandangan yang berbeda. Kejadian 13:14-17 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab ...