Skip to main content

Apa yang kamu sembah?

Tahukah Anda, Penyembahan dalam bahasa inggris, worship, berasal dari bahasa Inggris kuno abad ke-17: weorþscipe, yang sebenarnya terdiri dari dua elemen, worth-ship, yang kemudian bermakna: "to give worth to something."

Jika kita menilik kepada pemahaman tersebut, artinya perbuatan yang bernama penyembahan sesungguhnya tidak perlu diajarkan kepada kita secara teori, karena saya percaya kita semua sudah mahir dalam memberi nilai kepada sesuatu. Adalah sesuatu yang nyata bahwa apa yang kita sembah adalah hal-hal yang kita beri nilai lebih tinggi dari diri kita sendiri. Sepanjang sejarah, Manusia tidak pernah menyembah sesuatu yang nilainya dianggap lebih rendah dari dirinya sendiri. Inilah mengapa ekspresi penyembahan yang paling dapat dimengerti oleh manusia adalah bersujud, karena posisi bersujud artinya kita merendahkan diri kita, mengakui bahwa kita tidak sejajar dengan apa yang kita sembah.

Saat ini, pertanyaan penting yang perlu kita semua jawab, apa yang kita sembah? Hal apa yang kita beri nilai penting, yang melebihi dari nilai yang kita berikan kepada diri kita sendiri, sehingga kita melakukan usaha terbaik kita untuk hal tersebut? Saya percaya ada banyak hal yang bisa kita sebutkan. Ada mungkin yang terpikirkan keluarga, pasangan hidup, pekerjaan, penghasilan, dan lain sebagainya. Pertanyaan selanjutnya, dimanakah letak Tuhan?

Firman Tuhan dalam Ulangan 5:7 berkata, Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Firman ini secara harfiah berkata, jangan sampai ada hal yang posisinya lebih tinggi daripada Tuhan Allah dalam hidup kita. Dikatakan pula selanjutnya pada ayat ke 9: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya. Kata beribadah memiliki makna sebagai sebuah perbuatan yang didasari ketaatan mengerjakan apa yang diingini/disukai dan menjauhi apa yang tidak diingini/disukai oleh tujuan ibadah kita. Yesus sendiri berkata dalam Lukas 4:8,  "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Hal ini mempertegas pentingnya sikap penyembahan bagi Allah Bapa kita di Sorga. 

Jika Bapa kita di Sorga adalah pribadi yang penting bagi kita, pribadi yang sungguh-sungguh kita perTuhankan, kita sembah, bukankah kita perlu beribadah kepadaNya dengan sungguh-sungguh pula? Jika kita mengatakan bahwa kita sudah melakukan ibadah kita, apakah buktinya? Sebab Firman Tuhan dalam Maleakhi 3:18 berbunyi, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya Sebab, Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (Matius 7:16)

Lalu bagaimana menyembah yang benar? Ada sebuah kisah dimana Yesus berkata kepada seorang perempuan samaria, Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal (Yohanes 4:22) Lebih lanjut Yesus berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."  (Yohanes 4:23-24)

Permulaan dari segalanya adalah pengenalan akan Allah. Jika kita mengenal Allah, secara otomatis kita akan mengenali juga apa yang dianggap benar oleh-Nya. Kenalilah Allahmu, bacalah Firman, sebab Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1) Tuhan memberkati!

Comments