Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

Penyakit DB dalam kehidupan orang Kristiani

Belakangan ini saya sedang tertarik membahas tentang dua kata yang lumayan sering muncul di Alkitab. Bahkan beberapa kali bapa rohani saya sendiri mewanti-wanti saya mengenai dua kata ini. Sayangnya, dua kata ini bukan merupakan kata positif yang perlu diteladani, justru dua kata ini bisa dikatakan sebagai "penyakit" bagi pengikut Kristus yang perlu kita buang jauh-jauh. Bisa anda tebak apa dua kata ini? . . . . Kata pertama yang begitu menarik buat saya akhir-akhir ini adalah kata BEBAL, dan kata kedua adalah kata DEGIL. Kata pertama mungkin tidak asing bagi sebagian besar dari kita tentu pernah mendengarnya, hanya kata kedua yang mungkin terasa asing. Lalu apa makna kedua kata ini? Kebebalan seringkali diasosiasikan dengan kebodohan, sulit mengerti tentang sesuatu dan mengulang kesalahan yang sama berkali-kali tanpa ada perbaikan apaun. Sedangkan Kedegilan merupakan sebuah sifat keras hati dan tidak mau menerima nasihat atau didikan. Lalu bagaimana kita secara nyata...

Perjumpaan yang mengubahkan hidup

Pada hari minggu lalu, di gereja, gembala saya membahas tentang definisi seorang murid, yang dapat dibagi menjadi tiga area, yaitu pikiran, hati (karakter), dan perbuatan. Firman ini begitu menarik untuk saya, karena banyak hal yang bisa kita evaluasi dari diri kita berdasarkan definisi ini. Kami diajarkan bahwa: Murid adalah seseorang yang mengerti perintah Tuhan dan tunduk kepada otoritas Murid adalah seseorang yang hatinya (karakternya) diubahkan oleh Tuhan Murid adalah seseorang yang melakukan misinya Tuhan Menjadi seorang murid, ternyata tidak cukup hanya lewat niat dan perkataan saja, namun harus ada perubahan yang signifikan antara seorang murid dan bukan seorang murid. Dari firman yang saya dapatkan, ada sebuah hal yang begitu mengena di hati dan pikiran saya setelahnya. Bahwa, walaupun seorang murid harus menghidupi ketiga definisi ini, namun semua perubahan ini dimulai dari hati. Sebuah poin yang menarik bahwa gembala kami mengajarkan, bahwa perubahan hati terjadi ...

Apakah Anda seorang pengikut Kristus?

Beberapa minggu yang lalu saat saya mengunjungi sebuah toko buku di sebuah pusat perbelanjaan, saya menemukan sebuah buku dengan judul yang sangat menarik, ditulis oleh seorang yang bernama Craig Groeschel yang berjudul: The Christian Atheist: Believing in God but Living As If He Doesn't Exist . Judul buku ini begitu memprovokasi pemikiran saya dan membuat saya terus bertanya-tanya apa yang dibahas dalam buku ini. Singkat cerita, saya akhirnya mendapatkan buku tersebut, dan di dalam buku ini secara garis besar, si penulis membahas akan beberapa kelompok orang, yaitu: Ada yang mengaku percaya kepada Allah, "But Don't Know Him" Ada yang mengaku percaya kepada Allah, "But Don't Fear Him" Ada yang mengaku percaya kepada Allah, "But Don't Want to Go Overboard" Ada yang mengaku percaya kepada Allah, "But Don't Trust Him Fully" Pada akhirnya menurut saya pribadi, yang paling penting dari semua adalah bagian yang pertama yang...

Buah Roh yang nikmat

Sebagai pengikut Kristus, kita tentu sadar bahwa kita adalah seorang manusia roh yang memiliki jiwa dan tinggal dalam sebuah tubuh. Dari konsep tersebut, kita mengerti bahwa bagian paling penting dari diri kita adalah roh itu sendiri, sebab roh lah yang menjadi landasan hubungan kita dengan Allah, sebab Allah itu Roh ( Yohanes 4:24 ) Roh yang ada didalam kita, bisa diibaratkan sebagai sebuah benih pada awalnya, yang jika kita pelihara dengan baik dan diberi makan akan bertumbuh menjadi besar (dewasa). Roh yang besar (dewasa) memiliki banyak sekali benefit bagi hidup kita, karena roh yang besar pasti kuat, dan roh yang kuat mampu dengan penuh mengendalikan jiwa dan tubuh kita, menjaga keseluruhan entitas diri kita untuk align dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan, sehingga menjauhkan kita dari hal-hal yang akan mencelakakan kita pada akhirnya. Namun perlu diwaspadai bahwa tidak selamanya pertumbuhan itu baik, ketika sesuatu bertumbuh dengan tidak benar (tidak sewajarnya) maka hal ...

Menerapkan Kasih yang Sesungguhnya

Di zaman modern ini, banyak hal yang berubah dalam peradaban manusia, banyak standard yang berubah, banyak persepsi dan definisi juga tidak seperti dulu lagi. Namun diantara semuanya itu, yang paling banyak berubah adalah definisi tentang hubungan dan kasih. Mengapa hal ini menjadi penting untuk dibahas? Karena setiap dari kita pasti memiliki minimal satu orang yang kita kasihi dengan segenap hati kita atau paling tidak sama pentingnya dengan diri kita sendiri. Jika kita melihat apa yang terjadi di dalam masyarakat, dimana banyak hubungan yang sepertinya baik menjadi kandas karena satu dan lain hal, bahkan pada faktanya, jumlah perceraian di Indonesia setiap tahun pun meningkat . Menurut saya pribadi, pergeseran makna kasih menjadi akar utama dari terjadinya hal ini, apalagi dalam beberapa waktu terakhir, saya banyak membantu beberapa permasalahan relasi yang cukup kompleks sehingga saya mulai berpikir ulang mengenai kasih, terutama apa sih kata Tuhan mengenai kasih? Tuhan memiliki ...