Skip to main content

Penyakit DB dalam kehidupan orang Kristiani

Belakangan ini saya sedang tertarik membahas tentang dua kata yang lumayan sering muncul di Alkitab. Bahkan beberapa kali bapa rohani saya sendiri mewanti-wanti saya mengenai dua kata ini. Sayangnya, dua kata ini bukan merupakan kata positif yang perlu diteladani, justru dua kata ini bisa dikatakan sebagai "penyakit" bagi pengikut Kristus yang perlu kita buang jauh-jauh. Bisa anda tebak apa dua kata ini?
.
.
.
.

Kata pertama yang begitu menarik buat saya akhir-akhir ini adalah kata BEBAL, dan kata kedua adalah kata DEGIL. Kata pertama mungkin tidak asing bagi sebagian besar dari kita tentu pernah mendengarnya, hanya kata kedua yang mungkin terasa asing. Lalu apa makna kedua kata ini?

Kebebalan seringkali diasosiasikan dengan kebodohan, sulit mengerti tentang sesuatu dan mengulang kesalahan yang sama berkali-kali tanpa ada perbaikan apaun. Sedangkan Kedegilan merupakan sebuah sifat keras hati dan tidak mau menerima nasihat atau didikan. Lalu bagaimana kita secara nyata membedakan kedua hal ini?

Dalam Alkitab sebenarnya kedua hal ini terlihat sangat jelas bedanya, kata bebal lebih sering dikenakan kepada orang secara umum, baik yang mengenal Kristus maupun tidak, kecenderungannya adalah orang-orang yang hidup bebas menurut keinginannya sendiri tanpa mau tahu apa yang benar dan seharusnya dilakukan. Sedangkan kata degil lebih banyak disandingkan kepada orang-orang yang sudah melihat bagaimana Tuhan hidup dan bekerja begitu luar biasanya dalam hidup mereka namun tetap keras hati dan tidak mau berubah, tetap melakukan apa yang salah/jahat meskipun mereka tahu kebenarannya. Kedua hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam dua ayat berikut:

Amsal 13:19
Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati, menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.

Efesus 4:17-18
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Karena orang Kristiani seharusnya mengenal Tuhan lebih dari orang-orang yang lain, maka kedegilan lebih sering ditemukan dibandingkan dengan kebebalan, karena itu untuk memudahkan kita bisa katakan ini sebagai penyakit DB yang patut kita waspadai dan hindari. Jokes aside, kedua hal ini merupakan rintangan utama bagi kita untuk dapat mengalami Tuhan dalam hidup kita, kedua hal ini akan terus membuat kita keras hati dan sulit menerima didikan, dan pada akhirnya mendukakan Tuhan. (Markus 3:5)

Kita seringkali lupa mengevaluasi diri kita sendiri terkait kedua hal ini, khususnya terkait kedegilan hati kita. Bagaimana mengevaluasinya? Mudah, ketika kita mulai mencari-cari celah (loophole) diantara kebenaran untuk melakukan apa yang kita inginkan. Contohnya? Beberapa kalimat yang sering didengar:
  • Tidak masalah sering mengkonsumsi alkohol, asal tidak mabuk, bukankah yang dilarang di Alkitab adalah mabuknya? -- Tentu hal ini tidak salah, namun berapa banyak orang yang cukup dewasa untuk bisa mengaplikasikan kalimat ini dengan benar? Karena kenyataannya mayoritas dari orang-orang yang menggunakan kalimat ini, mabuk dengan apa yang mereka minum.
  • Alkohol (anggur) itu baik untuk kesehatan, bahkan ada riset yang mampu membuktikan hal itu. -- Alkitab sendiri berkata dalam 1 Timotius 5:23: Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. Tapi perlu kita tahu juga alkohol dalam jumlah besar merugikan tubuh, atau Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. (1 Korintus 13:16-17) Ingat, pada dasarnya Etanol dalam alkohol adalah racun bagi tubuh manusia.
  • Saya bebas melakukan apapun selama tidak merugikan orang lain, apa yang saya lakukan adalah urusan pribadi antara saya dan Tuhan. -- Padahal ada tertulis dalam 1 Korintus 10:31Jika kamu makan atau minum atau melakukan apa pun yang lain, lakukanlah segala sesuatu demi kemuliaan Allah.
Tentu masih banyak contoh yang bisa kita ambil, namun secara umum, tingkat kesadaran hati seseorang merupakan ukuran seberapa dewasa rohani dan jiwa seseorang. Karena banyak orang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, namun tidak semua yang mampu membedakan punya kedewasaan (dan kebebasan penuh dari belenggu) untuk melakukan yang benar dan menolak yang salah.

Pada akhirnya, ada satu kutipan bagian ayat yang menegur sekaligus meneguhkan iman saya pada 1 Korintus 3:18-23:
Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Dua kata ini tidak perlu dibahas panjang lebar, dan tidak perlu dibahas tindakan pengobatannya, karena sebenarnya orang-orang yang mengenal Kristus namun mengalami penyakit ini, tahu bagaimana cara keluar/sembuh darinya, yaitu dengan menjadi orang yang TAAT tanpa terkecuali dengan perintahNya -- lewat pengenalan yang benar akan siapa Tuhan dan apa yang Ia kehendaki untuk kita perbuat.

Karena itu, baiklah kita dengan segala kewaspadaan menjaga hati dan pikiran kita, memperkuat roh kita, mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang DEWASA secara rohani dan BENAR supaya jangan sampai kita sendiri menderita akan penyakit DB ini. Tuhan memberkati. (CBA)

Comments