Sebagai pengikut Kristus, kita tentu sadar bahwa kita adalah seorang manusia roh yang memiliki jiwa dan tinggal dalam sebuah tubuh. Dari konsep tersebut, kita mengerti bahwa bagian paling penting dari diri kita adalah roh itu sendiri, sebab roh lah yang menjadi landasan hubungan kita dengan Allah, sebab Allah itu Roh (Yohanes 4:24)
Roh yang ada didalam kita, bisa diibaratkan sebagai sebuah benih pada awalnya, yang jika kita pelihara dengan baik dan diberi makan akan bertumbuh menjadi besar (dewasa). Roh yang besar (dewasa) memiliki banyak sekali benefit bagi hidup kita, karena roh yang besar pasti kuat, dan roh yang kuat mampu dengan penuh mengendalikan jiwa dan tubuh kita, menjaga keseluruhan entitas diri kita untuk align dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan, sehingga menjauhkan kita dari hal-hal yang akan mencelakakan kita pada akhirnya. Namun perlu diwaspadai bahwa tidak selamanya pertumbuhan itu baik, ketika sesuatu bertumbuh dengan tidak benar (tidak sewajarnya) maka hal ini menjadi sia-sia dan tidak memberikan manfaat yang terbaik.
Lalu darimana kita tahu bahwa roh kita memiliki pertumbuhan yang benar? Layaknya pohon di dunia, tanda bahwa roh kita bertumbuh dengan benar adalah ketika roh kita menghasilkan buah yang baik! Apa saja buah-buah baik yang dapat dihasilkan oleh roh kita? Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Galatia 5:22-23) Buah roh yang baik adalah tiket terbaik bagi kita untuk menikmati segala pemeliharaan yang telah dijanjikan Tuhan kepada kita, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 7:19)
Kita perlu berhati-hati untuk tidak salah mengevaluasi buah yang kita hasilkan, karena standar baik sebagai ukuran kualitas yang Tuhan berikan sebagai dasar ukuran adalah universal. Maksudnya bagaimana?
Ketika kita mengatakan bahwa buah roh KASIH telah kita hasilkan, kita harus dapat memastikan bahwa kasih yang kita berikan tidak pilih kasih, setiap orang yang bertemu dengan kita harus dapat menikmati buah kasih yang kita miliki, tentu kita tidak dapat menyenangkan semua orang, tapi mengasihi semua orang adalah kemampuan yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap dari kita. Karena buah kasih yang dinilai oleh Tuhan merupakan kasih agape, bukan kasih philos. Kasih agape menunjukkan kehendak hati yang murah hati dan tidak dapat dikuasai yang selalu menginginkan kebaikan orang lain, tanpa peduli apa yang dilakukan orang itu. Merupakan kasih yang memberi yang diberikan cuma-cuma tanpa mengharapkan balasan dan tidak mempertimbangkan nilai pemberiannya. Agape lebih merupakan suatu pilihan daripada philos, yang merupakan kasih yang kebetulan; dan menunjukkan keinginan daripada emosi.
Sama halnya dengan SUKACITA, standar universal yang Tuhan berikan juga berarti kita tidak akan bersukacita di satu keadaan dan tidak bersukacita di keadaan lainnya. Karena benih sukacita sejati yang kita terima dari Allah dan bertumbuh dalam hati kita tidak akan pernah bisa diganggu kondisinya oleh keadaan eksternal apapun diluar kita.
DAMAI SEJAHTERA adalah salah satu buah yang paling penting dalam hidup kita, layaknya buah yang lain, standar universal yang dibebankan dalam buah ini adalah ketika kita tetap tenang, sadar bahwa kita sesungguhnya bersandar kepada Tuhan bukan kepada kekuatan kita sendiri atau manusia lainnya, dan dalam keadaan sekacau apapun justru kita yang membawa rasa damai dalam hidup orang-orang di sekitar kita.
Standar KESABARAN yang diberikan pada buah ini adalah makrothumiaI yang berarti tabah, mau menanggung atau tahan menderita, dimana saat kita memiliki kemampuan untuk membalas dendam, namun sebaliknya kita memilih untuk menahan diri dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
KEMURAHAN adalah salah satu buah yang paling sering disalah artikan oleh manusia, dimana kemurahan selalu diasosiasikan dengan uang dan pemberian material. Kata kemurahan dalam ayat alkitab menggunakan kata chrestotes, yang merupakan perbuatan baik yang nyata, kelembutan dalam berlaku terhadap yang lain, bersikap penuh rahmat (karunia/anugerah - diberikan kepada seseorang, tanpa memperhitungkan kelayakan).
KEBAIKAN mungkin bisa menjadi buah yang paling pertama dihasilkan dari roh kita, namun yang menjadi tantangan bagi kita adalah, apakah kita bisa secara konsisten menunjukkan bahwa kita secara bertahap setiap hari menjadi pribadi yang lebih baik daripada pribadi kita yang lalu?
KESETIAAN sebagai pertanda komitmen dan dedikasi kita kepada sesuatu, khususnya Allah, pasangan, otoritas yang telah Tuhan tetapkan atas kita, dan janji-janji yang pernah kita ucapkan. Kesetiaan merupakan salah satu buah yang perlu melewati ujian paling berat, yaitu waktu.
KELEMAHLEMBUTAN, bukan berarti menjadi pribadi yang tidak tegas dan mudah terpengaruh, namun merupakan sebuah kekuatan tertinggi dalam penguasaan diri, sehingga orang lain dapat menikmati temperamen kita yang stabil, tidak sombong, seimbang dalam ketegasan dan kelembutan, dan emosi yang terkendali.
Dan buah terakhir yaitu PENGUASAAN DIRI, buah ini sebagai buah terpenting yang memampukan kita untuk menghasilkan buah-buah lainnya dengan kualitas "baik" seperti yang Tuhan inginkan. Buah ini adalah bukti bahwa kita telah mampu mengendalikan diri kita secara penuh dalam kondisi apapun, dan mencapai konsistensi penuh atas setiap komitmen kita dan perilaku kita. Buah ini yang menjadikan kita tanpa cacat cela dihadapan Tuhan.
Ketika setiap buah tersebut dapat dinikmati oleh semua orang,barulah kita menghidupi ayat Mazmur 1:3, Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Jika buah yang kita hasilkan sudah baik adanya, lalu bagaimana caranya menjaga kualitas buah ini agar tetap baik? Hanya ada satu cara yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:1-5)
Mari kita secara berkala mengevaluasi buah-buah yang kita hasilkan, sebelum tiba saatnya ujian terakhir yang dilaksanakan oleh Bapa di Surga. Have a blessed day! (CBA)
Roh yang ada didalam kita, bisa diibaratkan sebagai sebuah benih pada awalnya, yang jika kita pelihara dengan baik dan diberi makan akan bertumbuh menjadi besar (dewasa). Roh yang besar (dewasa) memiliki banyak sekali benefit bagi hidup kita, karena roh yang besar pasti kuat, dan roh yang kuat mampu dengan penuh mengendalikan jiwa dan tubuh kita, menjaga keseluruhan entitas diri kita untuk align dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan, sehingga menjauhkan kita dari hal-hal yang akan mencelakakan kita pada akhirnya. Namun perlu diwaspadai bahwa tidak selamanya pertumbuhan itu baik, ketika sesuatu bertumbuh dengan tidak benar (tidak sewajarnya) maka hal ini menjadi sia-sia dan tidak memberikan manfaat yang terbaik.
Lalu darimana kita tahu bahwa roh kita memiliki pertumbuhan yang benar? Layaknya pohon di dunia, tanda bahwa roh kita bertumbuh dengan benar adalah ketika roh kita menghasilkan buah yang baik! Apa saja buah-buah baik yang dapat dihasilkan oleh roh kita? Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Galatia 5:22-23) Buah roh yang baik adalah tiket terbaik bagi kita untuk menikmati segala pemeliharaan yang telah dijanjikan Tuhan kepada kita, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 7:19)
Kita perlu berhati-hati untuk tidak salah mengevaluasi buah yang kita hasilkan, karena standar baik sebagai ukuran kualitas yang Tuhan berikan sebagai dasar ukuran adalah universal. Maksudnya bagaimana?
Ketika kita mengatakan bahwa buah roh KASIH telah kita hasilkan, kita harus dapat memastikan bahwa kasih yang kita berikan tidak pilih kasih, setiap orang yang bertemu dengan kita harus dapat menikmati buah kasih yang kita miliki, tentu kita tidak dapat menyenangkan semua orang, tapi mengasihi semua orang adalah kemampuan yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap dari kita. Karena buah kasih yang dinilai oleh Tuhan merupakan kasih agape, bukan kasih philos. Kasih agape menunjukkan kehendak hati yang murah hati dan tidak dapat dikuasai yang selalu menginginkan kebaikan orang lain, tanpa peduli apa yang dilakukan orang itu. Merupakan kasih yang memberi yang diberikan cuma-cuma tanpa mengharapkan balasan dan tidak mempertimbangkan nilai pemberiannya. Agape lebih merupakan suatu pilihan daripada philos, yang merupakan kasih yang kebetulan; dan menunjukkan keinginan daripada emosi.
Sama halnya dengan SUKACITA, standar universal yang Tuhan berikan juga berarti kita tidak akan bersukacita di satu keadaan dan tidak bersukacita di keadaan lainnya. Karena benih sukacita sejati yang kita terima dari Allah dan bertumbuh dalam hati kita tidak akan pernah bisa diganggu kondisinya oleh keadaan eksternal apapun diluar kita.
DAMAI SEJAHTERA adalah salah satu buah yang paling penting dalam hidup kita, layaknya buah yang lain, standar universal yang dibebankan dalam buah ini adalah ketika kita tetap tenang, sadar bahwa kita sesungguhnya bersandar kepada Tuhan bukan kepada kekuatan kita sendiri atau manusia lainnya, dan dalam keadaan sekacau apapun justru kita yang membawa rasa damai dalam hidup orang-orang di sekitar kita.
Standar KESABARAN yang diberikan pada buah ini adalah makrothumiaI yang berarti tabah, mau menanggung atau tahan menderita, dimana saat kita memiliki kemampuan untuk membalas dendam, namun sebaliknya kita memilih untuk menahan diri dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
KEMURAHAN adalah salah satu buah yang paling sering disalah artikan oleh manusia, dimana kemurahan selalu diasosiasikan dengan uang dan pemberian material. Kata kemurahan dalam ayat alkitab menggunakan kata chrestotes, yang merupakan perbuatan baik yang nyata, kelembutan dalam berlaku terhadap yang lain, bersikap penuh rahmat (karunia/anugerah - diberikan kepada seseorang, tanpa memperhitungkan kelayakan).
KEBAIKAN mungkin bisa menjadi buah yang paling pertama dihasilkan dari roh kita, namun yang menjadi tantangan bagi kita adalah, apakah kita bisa secara konsisten menunjukkan bahwa kita secara bertahap setiap hari menjadi pribadi yang lebih baik daripada pribadi kita yang lalu?
KESETIAAN sebagai pertanda komitmen dan dedikasi kita kepada sesuatu, khususnya Allah, pasangan, otoritas yang telah Tuhan tetapkan atas kita, dan janji-janji yang pernah kita ucapkan. Kesetiaan merupakan salah satu buah yang perlu melewati ujian paling berat, yaitu waktu.
KELEMAHLEMBUTAN, bukan berarti menjadi pribadi yang tidak tegas dan mudah terpengaruh, namun merupakan sebuah kekuatan tertinggi dalam penguasaan diri, sehingga orang lain dapat menikmati temperamen kita yang stabil, tidak sombong, seimbang dalam ketegasan dan kelembutan, dan emosi yang terkendali.
Dan buah terakhir yaitu PENGUASAAN DIRI, buah ini sebagai buah terpenting yang memampukan kita untuk menghasilkan buah-buah lainnya dengan kualitas "baik" seperti yang Tuhan inginkan. Buah ini adalah bukti bahwa kita telah mampu mengendalikan diri kita secara penuh dalam kondisi apapun, dan mencapai konsistensi penuh atas setiap komitmen kita dan perilaku kita. Buah ini yang menjadikan kita tanpa cacat cela dihadapan Tuhan.
Ketika setiap buah tersebut dapat dinikmati oleh semua orang,barulah kita menghidupi ayat Mazmur 1:3, Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Jika buah yang kita hasilkan sudah baik adanya, lalu bagaimana caranya menjaga kualitas buah ini agar tetap baik? Hanya ada satu cara yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:1-5)
Mari kita secara berkala mengevaluasi buah-buah yang kita hasilkan, sebelum tiba saatnya ujian terakhir yang dilaksanakan oleh Bapa di Surga. Have a blessed day! (CBA)
Comments