Skip to main content

Posts

Ikutlah Aku.

Kalau kita sering mengunjungi gedung gereja di hari Minggu, kita tentu akan menemukan beberapa kelompok orang yang hadir dalam ibadah raya setiap minggunya. Tapi secara umum mungkin kita bisa bagi menjadi 2 kelompok besar, antara visitor dan resident . Visitor adalah orang-orang yang berkunjung, baik secara rutin maupun tidak, dan  resident yang tertanam secara permanen di komunitas lokal yang menggunakan gedung gereja tersebut sebagai tempat berkumpul. Sadarkah kita, sebenarnya hal ini seringkali digambarkan dalam berbagai cerita perjalanan Kristus selama di Bumi? Setelah Yesus melewati pencobaan di padang gurun dan mulai memanggil murid-murid yang pertama,  Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu  ( Matius 4:23 ).  Jelas bisa kita lihat dari berbagai kisah tersebut bahwa, lewat berbagai perbuatanNya, banyak orang mencari-...

Kindness, Giving, and Sacrifice

"Salah satu momen yang menyenangkan dalam hidup kita tentu adalah ketika kita menerima sebuah pemberian, apalagi kalau pemberian tersebut adalah pemberian yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan atau inginkan. Apa yang kita rasakan tentu adalah perasaan yang sama yang dirasakan oleh hampir semua orang ketika menerima pemberian yang baik. Tuhan Yesus pada salah satu khotbahnya, dalam Lukas 6:31 berkata, " ..dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. " Menariknya dalam apa yang dituliskan di Lukas 6, kita bisa mendapatkan beberapa perspektif pembelajaran dari Kristus. Ijinkan saya untuk membagikan apa yang saya pelajari, dengan harapan bisa menjadi pengingat yang baik dalam hidup kita bersama. Dalam Lukas 6:17-18 , Kristus memulai pengajarannya yang pertama kepada kedua belas rasul yang baru saja Ia pilih. Dikatakan bahwa, " Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul...

Inner Landscape dan Turning Point

Pernahkah kalian mendengar tentang terminologi  inner landscape ? Setiap orang mungkin memiliki detail yang berbeda ketika membayangkan inner landscape , namun sebagian besar orang akan mengatakan bahwa inner landscape merupakan sebuah ruang imajinasi di dalam diri kita yang menggabungkan memori, pikiran, perasaan, dan emosi yang kita alami. Inner landscape seseorang kemudian menjadi rumah dari inspirasi, kepercayaan, harapan dan pandangan orang tersebut mengenai hidup ( worldview ). Kata landscape sendiri berarti ' all the visible features of an area of land. ' Apa yang terbentuk dari inner landscape kita mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan segala hal. Jika kita memiliki inner landscape yang kelam dan sempit, maka terlepas dari apapun situasi yang ada di sekeliling kita, kita akan merasa bahwa dunia ini adalah sebuah tempat yang kelam dan penuh kesulitan tanpa ruang gerak. Sebaliknya, jika kita memiliki inner landscape  yang luas dan beragam, kemungki...

Having enough in life.

Pernahkah Anda mendengar ungkapan, ' Christ is enough for me ' dalam kehidupan kita sebagai orang percaya? Ungkapan tersebut mengajak kita untuk menyadari bahwa ketika kita hidup dalam Kristus, kita sesungguhnya sudah memiliki segalanya yang kita butuhkan—lebih dari sekadar berkat materi, kesuksesan, atau pencapaian duniawi. Setiap orang mungkin memiliki definisi masing-masing mengenai rasa cukup. Porsi makan masing-masing saja sudah berbeda, ukuran rumah, fasilitas yang kita gunakan, opsi pakaian yang kita miliki, penghasilan yang kita terima, pencapaian karier atau jabatan, dan sebagainya. Tapi, sepertinya dewasa ini orang-orang cenderung sulit membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan kemewahan.  Hal ini kemudian yang membuat kita seringkali memiliki rasa tidak puas terhadap situasi dan keadaan kita saat ini, bahkan mungkin beberapa kali merasa iri terhadap apa yang dimiliki atau dicapai oleh orang lain di sekeliling kita. Apalagi, di era teknologi dan sosial media seperti...

Symphony in Worship

Kita sebagai bagian dari kumpulan orang percaya, tentu seringkali mendengar, membahas, atau merenungkan tentang penyembahan atau dalam bahasa inggris disebut worship , bukan?  Kata worship sendiri dapat diterjemahkan menjadi "the feeling or expression of reverence, devotion, and adoration shown toward God, a person, a thing, or principle. " Sedangkan KBBI mengartikan kata sembah sebagai  pernyataan hormat dan khidmat atau kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan. Tentu sudah banyak diskursus yang muncul membahas bagaimana seharusnya pengikut Kristus menyembah Tuhan Allah. Banyak Firman Tuhan di dalam Alkitab memberi petunjuk dan arahan bagaimana Tuhan menghendaki kita untuk menyembah-Nya. Salah satu yang sering dikutip adalah Firman Tuhan dalam  Yohanes 4:23-24  " Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah d...

What do you care about?

Setengah tahun sudah berlalu di 2024 ini. Banyak hal yang sudah terjadi, sebagian kita mungkin menghadapi ujian, ada yang sedang menjaring berkat, ada pula yang sedang berada diantara dua pilihan dalam hidup. Apa refleksi kita dari semua yang sudah terjadi pada semester pertama tahun 2024 ini? Apa yang menjadi refleksi kita, umumnya adalah gambaran dari apa yang penting bagi diri kita. Refleksi kita juga menunjukkan pola pikir kita, apakah kita memiliki outward mindset atau inward mindset . Outward mindset adalah ketika kita sangat menyadari tujuan kelompok dimana kita berada dan bagaimana tindakan kita akan mempengaruhinya. Inward mindset adalah ketika kita sangat fokus pada tujuan pribadi kita dan tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di sekeliling kita. Orang yang berpikir secara inward tentu akan memaksimalkan keuntungan dan kepentingan pribadinya, sedangkan orang yang sudah berpikir dalam kerangka outward  akan berusaha mencari kontribusi untuk kepentingan kolektif yang l...

Pekerjaan & Spiritualitas? Work-Life Balance?

Saya sebagai profesional kerja seringkali mendengar terminologi work-life balance diperbincangkan di sekeliling saya. Tema ini pun sering menjadi perhatian dan seringkali juga dibahas dalam berbagai seminar dan pelatihan. Lalu saya menjadi penasaran, apa yang Firman Tuhan ajarkan mengenai hal ini? Mengapa hal ini menjadi menarik untuk diperbincangkan dalam konteks rohani? Ketahuilah bahwa pekerjaan/usaha memang sebuah aspek yang hampir tidak bisa lepas dari kehidupan manusia dewasa. Sejak Tuhan menciptakan manusia dan menempatkannya di taman eden, Tuhan sudah mendorong manusia untuk dapat bekerja. Kejadian 2:15 mencatat demikian: " TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu ." Dalam berbagai versi terjemahan bahasa inggris, kata mengusahakan dipadankan dengan kata " cultivate " " work " dan " tend " Dalam Amsal 14:23 , Salomo juga berkata, " Dalam tiap jerih payah ada k...

Yuk, lakukan chek-up rohani kita!

Kamu tentu pernah mendengar istilah medical check up , bukan? Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan ini, diharapkan gangguan kesehatan tertentu bisa terdeteksi sejak dini. Medical check up juga bisa dimanfaatkan oleh para penyedia layanan kesehatan untuk merencanakan dan menerapkan metode pengobatan yang tepat sesuai kondisi pasien. Beberapa waktu yang lalu, saya pernah melakukan pemeriksaan kesehatan ini. Hasilnya? Ada salah satu indikator yang kurang baik hasilnya, dan cukup urgent untuk ditindaklanjuti. Mengapa demikian? Karena lewat pemeriksaan itu, kita sadar ada hal-hal yang jika kita abaikan akan berdampak fatal terhadap kehidupan kita. Tapi, sadarkah kita, bahwa yang perlu kita perhatikan bukan hanya tubuh jasmani kita saja, tapi juga rohani kita? Rasul Paulus berkata dalam 1 Tesalonika 5 , demikian: " Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak berc...

Perenungan dari Raja Salomo mengenai kehidupan dan kesuksesan.

Umumnya, ketika dalam usia produktif, maka sebagian besar waktu yang kita miliki, kita investasikan dalam pekerjaan kita. Semua dengan tujuan supaya kita bisa berhasil, tiba di puncak kesuksesan, dan menikmati jerih payah kita dikemudian hari. Yah, manusia mungkin punya definisi kesuksesan masing-masing, punya standar sendiri terkait apa yang hendak dicapai/dimiliki pada titik tertentu. Tapi ada waktunya saya merasa penasaran, how should those who knows and follows God walk the path of successfulness ? Saya tertarik menggali hal ini dari perspektif Raja Salomo, yang konon merupakan raja paling sukses di bangsa Israel. Tuhan Allah sendiri berfirman kepada Raja Salomo: " ...Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seora...