Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2020

Menghadapi "Gempa Bumi" Kehidupan

Tahukah anda bahwa setengah dari 10 bencana alam natural terbesar di dunia disebabkan oleh gempa bumi? Bahkan sebagian besar bencana tsunami atau banjir bandang juga disebabkan oleh gempa bumi. Gempa bumi juga merupakan salah satu bencana yang tidak mungkin dicegah selain bencana alam lainnya yang berkaitan dengan angin dan letusan gunung berapi (meskipun NASA saat ini sedang menguji coba skema untuk mencegah letusan gunung berapi). Lalu apa hubungan bencana alam dengan Firman Tuhan yang hendak kita bahas saat ini? Saat saya mendengar Firman Tuhan yang dibagikan dalam ibadah minggu, saya mendengar akan Firman yang tertulis pada kitab Ibrani 12:26-28 yang berbunyi sebagai berikut: Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal te...

Perumpamaan Tentang Talenta

Kalian tentu pernah mendengar perumpamaan tentang talenta yang Yesus ceritakan di injil Matius atau perumpamaan tentang uang mina yang diceritakan pada injil Lukas? Talenta atau uang mina ini banyak dianalogikan menjadi bakat atau kemampuan yang Tuhan berikan dalam diri kita. Rasanya perenungan tentang kedua hal ini sudah banyak sekali kita dengar atau baca, namun kali ini saya melihat perumpamaan ini dari sisi yang lain. Matius 25:14-15 Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Kalau kebanyakan orang melihat talenta sebagai kemampuan, saya melihat talenta dari sisi resources  yang Tuhan berikan. Apakah yang mendapatkan tiga dan lima talenta artinya memiliki resources tiga dan lima kali lipat dari yang pertama? Tentu t...

Kasih yang Bertepuk Sebelah Tangan?

Bayangkan ketika kita sangat menyayangi pasangan kita, dan kita tahu bahwa kita adalah pribadi yang paling mengerti pasangan kita dan mau melakukan apapun untuk pasangan kita, apakah kita rela memberikan pasangan kita untuk orang lain yang kita tahu jelas bahwa dia tidak akan pernah lebih baik dari kita dalam mencintai pasangan kita? Tentu jika kita sudah berada di tahap tersebut kita juga berharap bahwa perasaan kita tidak bertepuk sebelah tangan, bukan? Kita mau pasangan kita memprioritaskan kita sama seperti kita memprioritaskan pasangan kita. No compromises for third person is allowed here . Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana kita meresponi seorang pribadi yang begitu menyayangi kita sehingga telah rela mati untuk kita? Apakah kita membiarkan rasa kasih itu menjadi berat sebelah atau seimbang? Untuk mengukur apakah bobot yang kita gunakan adalah adil, biasanya kita dapat melihat referensi dari kejadian yang sudah pernah terjadi. Saya menemukan sebuah referensi yang menarik d...

Rasionalitas dan Komitmen

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar seseorang berkata kepada pasangannya, "Hey, mari kita mulai hidup bersama? Kita bisa berbagi dalam hari-hari kita, menikmati kebersamaan kita sepanjang yang kita mau, sepanjang rasa cinta diantara kita." Terdengar seperti sebuah hal yang baik bukan? Namun bagaimana jika kalimat tersebut disertai dengan lanjutan, "Namun tanpa komitmen apapun, sehingga jika kita sudah bosan atau lelah menjalaninya, kita bisa berjalan masing-masing tanpa beban dan mencari petualangan baru kita sendiri." Sejujurnya, apa yang dituliskan dalam kalimat lanjutan diatas cukup rasional. Secara ilmiah, rasa cinta hanyalah sekumpulan reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh kita, khususnya otak kita. Rasa cinta tidak akan bertahan selamanya, jumlah hormon dopamine, norepinephrine, phenylethylamine, dan oxytocin yang dibutuhkan oleh otak kita untuk mempertahankan "rasa cinta" tidak selamanya bisa dipenuhi oleh pasangan kita. Namun, tidak selama...