Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

Pengertian akan Proses yang Benar

Saya rasa banyak orang akan setuju mendengar bahwa mengikuti Tuhan Yesus adalah kehidupan yang penuh dengan proses. Kalimat ini sebenarnya kurang lengkap. Mengikuti Tuhan Yesus adalah kehidupan yang penuh dengan proses yang SULIT. Bohong jika ada yang mengatakan bahwa menjadi seorang pengikut Kristus akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Kenyataannya selalu berkebalikan. Mau buktinya? Saat Tuhan Yesus mengajar tentang dua macam dasar dalam Matius 7:24-27 , bukankah jelas bahwa orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan maupun orang yang lalai dalam hal tersebut sama-sama terkena hujan, banjir, dan angin? Mendengar dan melakukan Firman tidak meluputkan kita akan hal tersebut. Bahkan sekalipun kita tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain, apa yang diperintahkan Yesus pun jelas: Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan...

Dasar dari Sebuah Kebiasaan

Setuju atau tidak setuju, kita sebagai manusia adalah makhluk yang hidup dengan pola. Manusia cenderung lebih nyaman menjalani rutinitas yang sudah terpola dengan baik dalam hidupnya. Terkadang hal ini juga yang menyebabkan manusia berada dalam comfort zone . Saya sendiri berpikir bahwa terlalu lama berada dalam rutinitas tanpa kejelasan bisa membuat kita kehilangan arah dalam hidup. Yang saya maksud dengan rutinitas tanpa kejelasan adalah ketika kita menjalani kebiasaan kita tanpa mengingat atau mengetahui alasan mengapa kita melakukannya. Rutinitas tanpa alasan adalah hal yang membosankan, dan lambat laun kita justru bisa memutuskan untuk tidak lagi melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik karena kita tidak lagi menyadari alasan mengapa kita melakukan hal tersebut. Dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus, hal yang sama juga berlaku. Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita beribadah dan ketika kita berdoa. Saat dalam pujian dan penyembahan, mulai banyak orang yang tidak lagi m...

Percaya kepada Bapa

Ada sebuah waktu saat perjamuan makan yang terakhir antara Tuhan Yesus dengan murid-muridnya ( Yohanes 14 ). Pada saat itu Yesus sedang mengajar tentang Rumah Bapa. Saat Yesus mengajar, beberapa murid-Nya mulai bertanya, salah satunya adalah Filipus. Kata Filipus kepada-Nya: " Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami. " Filipus adalah salah satu murid Yesus yang banyak melihat bagaimana Yesus melakukan banyak perkara luar biasa, mengajar, dan melakukan mujizat. FIlipus juga merupakan salah satu murid Yesus yang Ia panggil secara pribadi ( Yohanes 1:43 ). Filipus adalah murid yang Yesus cobai sebelum melakukan mujizat lima roti jelai  dan dua ikan yang kita sering dengar. Saat itu Filipus dimintai pendapatnya untuk menyediakan makanan bagi orang-orang yang banyak tersebut ( Yohanes 6 ).  Jawab Filipus kepada-Nya: " Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja. " Dari pe...