Sadarkah kita bahwa menjadi seorang Kristen di Asia bukanlah sebuah keputusan yang menguntungkan. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, mulai dari persekusi, kesulitan dalam beribadah, hingga tuntutan moral dan sosial yang tinggi. Data dari International Christian Concern menunjukkan ada sekitar 415 juta umat Kristen di Asia pada tahun 2024/2025, setara dengan 8% dari total populasi benua tersebut. Di Indonesia sendiri, angkanya mencapai 20,9 juta jiwa (Protestan), atau sekitar 7,40% dari keseluruhan populasi kita. Di tengah realitas ini, pernahkah kita berhenti sejenak untuk merenungkan: mengapa kita memilih untuk menyandang identitas sebagai seorang Kristen? Bagi saya, tidak mudah menjawab pertanyaan ini, tapi sebagian besar dari kita, menurut saya akan menjawab: karena kita percaya bahwa ini adalah kebenaran/jalan hidup yang paling meyakinkan. Kembali lagi kepada keputusan kita untuk menjadi orang Kristen, pertanyaannya, apakah kita benar-benar percaya? Mungkin, y...