Bagi para penikmat kopi, tentu masing-masing punya preferensinya sendiri dalam menikmati kopi. Ada yang senang mengonsumsi kopi seduh yang panas dan masih beruap wangi, ada juga yang senang mengonsumsi es kopi yang dingin dan menyegarkan tenggorokan. Tapi saya jarang menemukan orang yang senang meminum kopi dalam keadaan suam-suam kuku, tidak panas juga tidak dingin, jika kopi panas atau es kopi yang dibeli sudah menjadi suam-suam kuku, biasanya sudah tidak akan diminum lagi. Analogi tersebut mungkin bisa lebih jauh menjelaskan apa yang tercatat dalam kitab Wahyu 3:14-16 : Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku . Bagi saya sebenarnya, ayat ini cukup sering saya...