Skip to main content

Ikutlah Aku.

Kalau kita sering mengunjungi gedung gereja di hari Minggu, kita tentu akan menemukan beberapa kelompok orang yang hadir dalam ibadah raya setiap minggunya. Tapi secara umum mungkin kita bisa bagi menjadi 2 kelompok besar, antara visitor dan resident. Visitor adalah orang-orang yang berkunjung, baik secara rutin maupun tidak, dan resident yang tertanam secara permanen di komunitas lokal yang menggunakan gedung gereja tersebut sebagai tempat berkumpul.

Sadarkah kita, sebenarnya hal ini seringkali digambarkan dalam berbagai cerita perjalanan Kristus selama di Bumi? Setelah Yesus melewati pencobaan di padang gurun dan mulai memanggil murid-murid yang pertama, Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu (Matius 4:23). 

Jelas bisa kita lihat dari berbagai kisah tersebut bahwa, lewat berbagai perbuatanNya, banyak orang mencari-cari Kristus. Contohnya dalam Matius 4:25, "Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan." Lalu dalam Matius 8:1, "Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.", juga dalam Matius 8:16, "Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.", Matius 9:36, "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan." Selain ini, masih banyak momen-momen lain yang dicatat dalam Alkitab. Tidak hanya orang-orang biasa, berkali-kali kita melihat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat juga ada dimanapun Kristus mengajar atau melakukan mujizat.

Ingat mujizat Kristus dengan lima roti jelai dan dua ikan? (Yohanes 6:5-13) Orang-orang banyak bahkan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja (Yohanes 6:15).

Dapat kita pahami bersama, meskipun Kristus sangat murah hati dalam pengajaran dan perbuatanNya, sayang sekali tidak semua yang dengan "rajin" mendengar pengajaranNya kemudian menjadi muridNya, sekalipun pengajaran Kristus begitu menggugah hati mereka, dikatakan dalam Matius 7:28-29, "Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka."

Kebanyakan dari orang-orang yang berbondong-bondong mencari dan mengikut Kristus adalah orang-orang yang mencari sesuatu dari Kristus. Ada kepentingan yang membuat mereka berusaha. Ingat kumpulan orang yang hendak memaksa Kristus menjadi raja setelah diberi makan roti dan ikan? Kumpulan orang yang sama yang berkata kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." (Yohanes 6:30-31). Tercatat dalam Yohanes 6:34Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.

Apa respon Kristus akan permintaan mereka? Ia memberikan pengajaran mengenai roti hidup. Lalu apa respon orang-orang yang tidak mendapat apa yang mereka minta? Dikatakan dalam Yohanes 6:41-42Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" Dan tahukah kamu, begitu fokusnya orang-orang itu dengan keinginan hati mereka, dicatat dalam Yohanes 6:52Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Apa yang Kristus ajarkan memang tidak pernah mudah dimengerti dan dilakukan, bahkan murid-muridnya sendiri (yang sudah melihat dan mengalami berbagai mujizat bersama Kristus) bersungut-sungut tentang apa yang diajarkan Kristus. Dikatakan dalam Yohanes 6:60, Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Dan kenyataan yang paling menyedihkan adalah, pada akhirnya, Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. (Yohanes 6:66)

Bagi saya, ini menggambarkan, mengapa lebih banyak visitors dibandingkan residents pada kebanyakan ibadah raya dalam gedung gereja. Memang tidak mudah untuk menjadi residents, yang memiliki komitmen untuk tertanam, diam tetap dalam tubuh Kristus (yaitu komunitas gereja), menjadi murid, dan belajar mendengar, merenungkan, dan melakukan apa yang diajarkan oleh Kristus sebagai Guru, Teladan, dan Juruselamat kita.

Orang bisa melihat dan menerima banyak mujizat, orang bisa menerima banyak pengajaran yang benar, orang bisa mendapat berbagai keuntungan dengan mengikut Kristus, tapi sayangnya tidak semua orang akhirnya mendapatkan apa yang penting dan terutama, yaitu keselamatan kekal. Kristus sendiri berkata dalam Matius 7:22-23, "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Jelas dari perkataan Kristus, bahwa sesungguhnya Ia tidak pernah mempedulikan apa yang kita lakukan, tapi dimana hati kita sesungguhnya. Sebab keselamatan yang kita terima bukanlah karena perbuatan baik yang telah kita lakukan (Titus 3:5) Lebih lanjut juga dikatakan dalam Efesus 2:8-9Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Segala usaha kita -- nubuat kita, kegiatan kita mengusir setan, mujizat kita -- bukan untuk membeli keselamatan kita, tapi seharusnya menjadi perwujudan sikap hati kita yang turut dengan apa yang Ia ajarkan untuk kita lakukan.

Sama seperti yang Kristus katakan bahwa Bapa tidak mencari penyembahan, melainkan Ia menghendaki penyembah-penyembah yang memiliki sikap hati yang benar, dimana mereka menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23), Kristus menghendaki kita melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Kristus tidak pernah sekalipun berfokus tentang perbuatan-perbuatan kita untuk nama-Nya, tapi Ia fokus akan hubungan yang kita bangun dengan Kristus, salah satu yang terutama pada hubungan pemuridan, dimana kita sebagai murid mendengarkan, merenungkan, dan melakukan apa yang diajarkan Kristus kepada kita. Karena hanya dengan menjadi murid, kita bisa menjadi semakin serupa dengan Kristus. Ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 8:28, Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Terlebih luar biasa, semuanya itu bukan untuk keuntungan Kristus, tapi untuk kita semata-mata, dimana Ia berkata (Matius 7:24-27), "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Tuhan mau agar kita bisa hidup dengan baik--tidak tergoncangkan, sekalipun kita harus ada dalam dunia yang penuh dengan berbagai gejolak dan goncangan ini. Dalam Ibrani 12:26-28 dikatakan demikian: Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Does it make sense to you now, mengapa sebelum Kristus naik ke Sorga, setelah Ia bangkit dari kematian, dan dalam statusnya sebagai Tuhan yang penuh dengan otoritas, berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Dalam perenungan saya, mungkin sesungguhnya, dari berbagai perkataan Kristus, yang terpenting dari semuanya itu adalah "Ikutlah Aku.(Matius 9:9-- Jadi murid-Nya, dan kemudian memuridkan. -- Tuhan memberkati. (CBA)

Comments