Skip to main content

Banyak anggota, tetapi satu tubuh

Kita tentu sering mendengar Firman Tuhan dalam 1 Korintus 12:12, "Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." Ayat ini seringkali digunakan untuk mendorong pemahaman bahwa sekalipun kita berbeda-beda, kita adalah satu dalam iman kita terhadap Kristus. Kali ini, saya ingin mencoba menggali Firman ini dari perspektif yang berbeda.

Ketika saya merenungkan perikop Banyak anggota, tetapi satu tubuh, yang dijabarkan dalam 1 Korintus 12:12-31, saya melihat sebuah konteks yang menarik bahwa kita tidak bisa berfungsi dengan sendirinya sebagai "tubuh" jika kita terlepas dari "tubuh" yang sesungguhnya. Apa itu tubuh yang sesungguhnya? Bayangkan jika tangan hendak menjadi tubuh? atau jantung hendak menjadi tubuh? sistem pencernaan yang hendak mandiri menjadi tubuh? Tubuh hanya bisa didefinisikan sebagai tubuh jika ada beberapa bagian yang bekerja sama secara kolektif untuk tujuan bersama, bukan? Ayat 14 dengan jelas berkata: "Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota." Dalam konteks yang paling sederhana bagi saya, tubuh adalah perlambangan komunitas dimana kita ditempatkan oleh Tuhan. Bisa komunitas gereja, maupun komunitas sel.

Sesungguhnya apa yang Rasul Paulus katakan kepada jemaat di Korintus sejalan dengan apa yang Kristus sampaikan dalam Yohanes 15:5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Ketika kita tidak terkoneksi dalam "tubuh" yang dikepalai oleh Kristus, maka sesungguhnya kita ini tidak bisa "hidup." Kristus dalam Yohanes 15:6 berkata, "Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."

Pertanyaannya, apakah dengan sekedar menempel kepada tubuh kita kemudian menjadi "hidup"? Menurut saya, jawabannya adalah tidak. Kristus dengan jelas mengatakan "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah." (Yohanes 15:2) Sama dengan konsep tubuh, bukankah organ tubuh yang tidak lagi berfungsi akhirnya dianggap "mati"? Dalam konsep medis, organ yang telah "mati" harus dikeluarkan dari tubuh dan kemudian dibuang.

Seperti ranting yang fungsinya adalah menghasilkan atau mengeluarkan buah, kita seharusnya juga sadar bahwa hal mendasar yang menjadikan kita bagian dari kesatuan "tubuh" adalah ketika kita berfungsiBut now [as things really are], God has placed and arranged the parts in the body, each one of them, just as He willed and saw fit [with the best balance of function]. (1 Corinthians 12:18 AMP).

Lalu fungsi apa yang harus kita jalankan? Ketika Tuhan menempatkan kita dalam sebuah "tubuh" tentu Tuhan menempatkan kita untuk dapat mengisi celah yang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kita. Dalam tubuh yang ideal, tentu Tuhan tidak akan menempatkan lebih dari satu mulut bukan? Seperti yang dikatakan pada 1 Korintus 12:17Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 

Tugas kita adalah melihat peluang bagi kita untuk berfungsi. Tentu tidak ada manusia yang sempurna, maka tidak ada juga komunitas yang sempurna. Jadi seringkali secara sementara ada bagian "tubuh" yang harus bekerja lebih keras sampai Tuhan mengirimkan bagian "tubuh" untuk melengkapi pada waktu yang tepat. Analoginya, ketika seseorang buta, maka bagian tubuh lainnya seperti tangan dan kaki perlu bekerja ekstra untuk menggantikan peran mata secara terbatas.

Disinilah saya juga belajar mengenai kasih. Dalam konteks tubuh, saya belajar bahwa mempraktekkan kasih Kristus adalah dengan menjalankan peran masing-masing dan saling berkontribusi dalam ketidak sempurnaan. Betapa rancangan Tuhan yang begitu luar biasa supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. (1 Korintus 12:25) Bayangkan jika bagian tubuh kita saling pamrih dan perhitungan satu sama lain? Apa yang akan terjadi? Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” (1 Korintus 12:21

Jadi kenalilah apa yang bisa kita kontribusikan, perhatikanlah kebutuhan dari tubuh dimana kita ditempatkan, dan secara sehati menjadi semakin hari semakin selaras dengan Kristus yang adalah kepala kita, supaya hubungan antar bagian tubuh kita juga semakin harmonis dan menghasilkan buah yang tetap. Yohanes 15:16Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Tuhan memberkati (CBA)

Comments