Skip to main content

Apakah kita berada di sebuah sel yang sehat dan bertumbuh?

Komunitas sel atau seringkali disebut komsel adalah sebuah kelompok kecil di dalam tubuh gereja dimana masing-masing anggota berkomitmen untuk bergerak bersama-sama menuju sebuah visi dari gereja dimana komunitas tersebut berada. Seringkali disebutkan bahwa tanpa tertanam di sebuah komunitas sel, tidak akan ada pertumbuhan yang terjadi. Tapi apakah dengan bergabung ke dalam sebuah komunitas sel maka pertumbuhan pasti terjadi?

Dalam konteks biologi, sel adalah unit terkecil yang dapat hidup secara mandiri. Secara sederhana, sebuah sel memiliki tiga komponen besar dalam dirinya: 

  • Membran sel yang bertugas membungkus dan melingkupi sel, menyaring apa yang masuk dan keluar dari sel tersebut,
  • Nukleus berisikan DNA yang menentukan karakter dan sifat dari sel tersebut, dan
  • Sitoplasma sebagai tempat penyimpanan semua substansi yang menghidupi sel tersebut.

Hal yang sama berlaku dalam komunitas sel di dalam gereja, dimana biasanya:

  • Ada pemimpin sel yang bertugas menggembalakan sel
  • Ada Kristus sebagai DNA dari sel tersebut
  • Dan anggota sel yang menjadi tempat substansi Kristus, yaitu Firman-Nya untuk tumbuh dan berbuah dan kemudian menghidupkan sel tersebut

Dalam konteks ini, sebenarnya komunitas sel tidak hanya terbatas pada kelompok gereja saja. Setiap komunitas kecil dimana kita berada bisa dianggap sebagai sebuah komunitas sel. Lalu apa perbedaannya? Komunitas-komunitas kecil diluar gereja dimana kita berada bisa dianggap sebagai sebuah organisme uniseluler. Apa sih contoh organisme uniseluler? -- Amuba, terbatas dalam berbagai hal.

Organisme yang lebih maju seperti manusia, tentu terdiri dari banyak sel di dalamnya atau disebut sebagai organisasi multiseluler. Perlu diketahui juga bahwa meskipun sebuah sel dapat hidup sendiri, sel-sel pada organisme multiseluler tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri sendiri. Sel yang saling terkoneksi membentuk jaringan sel, jaringan sel yang terkoneksi membentuk organ, organ yang terkoneksi membentuk sistem organ, sistem organ yang terkoneksi membentuk organisme, dan organisme yang saling terkoneksi membentuk populasi, komunitas, dan ekosistem.

Dalam konteks gereja, rasul Paulus berkata dalam Roma 12:5demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Firman ini menggambarkan gereja sebagai organisme multiseluler, dan komsel adalah bagian independen terkecil di dalamnya.

Tentunya banyak komunitas multi-selular lainnya dengan DNA yang bukan dari Kristus, namun perbedaan terutama diantara mereka dan komunitas sel gereja telah juga dijelaskan dengan menarik oleh rasul Paulus dalam Efesus 4:15-16tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, – yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ayat tersebut juga menggambarkan tanggung jawab yang perlu dilakukan, yaitu menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. Tahukah kalian, bahwa sel yang sehat memiliki fungsi yang harus dijalani, yaitu:

  • Saling terhubung di posisi dan fungsi yang benar
  • Bertumbuh menjadi dewasa bersama untuk dapat berfungsi (cth: sel darah atau sel otot) 
  • Bereproduksi (multiplikasi) pada momen dan tempat ia dibutuhkan

Jika sel tidak berfungsi dengan semestinya, sel yang sehat berubah menjadi sel kanker yang merusak. Mengapa merusak? Sel kanker tidak pernah terhubung dengan sel lainnya sehingga tidak dapat menerima sinyal yang mengatur sel tersebut. Hal ini menyebabkan ketidak-harmonisan di dalam organisme sehingga apa yang harusnya berjalan dengan baik menjadi buruk.

Dalam 1 Timotius 4:6-7 versi Amplified bible, ada disebutkan seperti ini: ... constantly nourished [through study] on the words of the faith and of the good [Christian] doctrine which you have closely followed.  ..... On the other hand, discipline yourself for the purpose of godliness [keeping yourself spiritually fit]. Kita ditekankan untuk dapat disiplin dalam iman agar sehat secara rohani.

Jadi, kita belajar bahwa tanpa terhubung, dan menjalankan fungsinya, tergabung dalam sebuah komunitas sel tidak menjamin pertumbuhan yang benar. Kita yang tergabung dalam komunitas sel harus saling terus menjaga, mengingatkan, dan memastikan bahwa fungsi-fungsi sel harus terus berjalan, yaitu:

  • Sama-sama bergerak (terhubung) menjadi semakin dekat dan serupa dengan Kristus, yang adalah DNA dari sel kita. (Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. - Roma 8:29)
  • Saling berbagi hidup, cerita, sukacita, dukacita, pengalaman, kekuatan dan perasaan (Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama - Kisah 2:44) sehingga menjadi dewasa bersama-sama.
  • Bermultiplikasi pada waktunya. (Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.”Yohanes 21:15)
Semoga kita semua bisa bertumbuh dalam komunitas sel yang sehat dan benar, sehingga kita dapat penuh dengan sukacita dan selalu siap sedia menanti Kristus (Matius 25:1-13Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. (Matius 22:14) - (CBA)

Comments