Skip to main content

Apa Tujuan Dari Goncangan Kehidupan?

Kita semua melihat dan bahkan merasakan bahwa belakangan ini, dunia sepertinya mengalami banyak goncangan. Mulai goncangan ekonomi, kesehatan, terorisme, dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya masih merupakan goncangan-goncangan kecil, sebab Firman Tuhan dalam Ibrani 12:26 berkata, "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Saya sulit membayangkan apabila guncangan yang Tuhan sebutkan itu tiba, mengingat keadaan pandemi COVID-19 yang kita alami saat ini sudah begitu seriusnya mengguncang kehidupan kita.

Mengapa Tuhan hendak menggoncangkan kita? Karena goncangan ini dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12:27). Kabar baiknya, Firman Tuhan menyatakan bahwa kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12:28). Ini adalah salah satu bukti Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Saya percaya, kata kekal disini dapat disandingkan dengan sesuatu yang tidak tergoncangkan/tinggal tetap.

Sayangnya, banyak diantara kita yang akhirnya take it for granted akan penerimaan besar ini dan hidup dengan seenaknya saja, sedangkan kita seharusnya mengucap syukur atasnya. Bahkan dalam terjemahan The Message, dikatakan dalam Ibrani 12:28-29,  Do you see what we’ve got? An unshakable kingdom! And do you see how thankful we must be? Not only thankful, but brimming with worship, deeply reverent before God. For God is not an indifferent bystander. He’s actively cleaning house, torching all that needs to burn, and he won’t quit until it’s all cleansed. God himself is Fire!

Pernahkah Anda melihat bagaimana orang pada jaman dahulu membersihkan beras dengan menggunakan tampah yang digoncang-goncangkan supaya kotoran dan beras yang tidak baik menjadi terpisah dan mudah dibuang? Seperti yang telah disebutkan, bahwa goncangan ini dijadikan sebagai aktivitas "housecleaning" yang akan membersihkan hal-hal yang tidak sesuai dengan standard ketahanan yang diinginkan oleh Tuhan. Jangan sampai ternyata kita tidak mampu memenuhi standard itu dan akhirnya tidak mampu melewati jalan dan pintu yang disediakan bagi kita, karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya (Matius 7:14)

Tahukah Anda ketika beras digoncangkan (napèni/nampi) apa yang terjadi? Pertama, ketika beras dilempar ke atas, sekam padi akan terpisah dari beras dan tertiup angin, ketika beras terjatuh tampah digoyangkan ke kiri dan ke kanan sehingga bulir beras yang besar akan berkupul dengan bulir beras yang sama besar, dan bulir kecil bersama dengan bulir yang sama kecil. Nasib sekam yang tertiup angin merupakan gambaran akan apa yang akan dialami oleh orang-orang fasik, seperti yang disebutkan oleh Firman Tuhan dalam Mazmur 1:4Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Tuhan Allah sendiri pun memperingatkan kepada orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat di mata Tuhan dalam Yeremia 13:24Aku akan menghamburkan mereka seperti sekam yang diterbangkan angin padang gurun.

Dalam Injil, Yohanes Pembaptis pun menggunakan analogi yang sama, dalam Matius 3:12 (Versi AYT) ia berkata bahwa Alat penampi ada di tangan-Nya, dan Dia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya, dan akan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung. Namun, Dia akan membakar sekamnya dengan api yang tidak dapat dipadamkan. Ini sama dengan apa yang disebutkan dalam Firman Tuhan dalam kitab Ibrani diatas,  He’s actively cleaning house, torching all that needs to burn, and he won’t quit until it’s all cleansed. God himself is Fire!

Beras (manusia) yang lolos goncangan kemudian akan menjadi (hidup) berkelompok, seperti yang dikatakan Firman Tuhan dalam Ibrani 10:25, Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Mereka berkelompok dengan rapih, sepadan antara yang besar dan yang kecil. Hal ini penting, sebab jika kita tidak berkelompok dengan yang sepadan dengan kita, sulit bagi kita untuk ditolong atau menolong, seperti yang tertulis dalam Kejadian 2:18, dimana TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Begitu luar biasanya, Tuhan Allah kita yang memberikan begitu banyak hikmat mengenai hidup melalui Firman-Nya. PertanyaanNya, apakah Firman hanya lewat saja dalam kehidupan kita, atau kita akan melakukan semua Firman-Nya dengan taat dan setia, sebab janji yang diberikan Tuhan kepada Yosua, juga berlaku bagi kita hari ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini. (Zakharia 3:7). 

Kristus sendiri telah memberi teladan kepada kita, Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya (Ibrani 5:8), Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya (Ibrani 11:7), dan Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibrani 11:8). Jangan sia-siakan waktu dan hidup kita, begitu mahalnya Kristus menaruh harga atas hidup kita, sehingga Ia perlu dihina dan mati diatas kayu salib hanya untuk menebus kita. Kalaupun menaati Firman Tuhan adalah penderitaan bagi kita, tidak ada penderitaan yang kita alami yang sepadan atau lebih besar dari penderitaan yang telah Kristus alami buat kita, ketika kita sedang berdosa terhadap Dia. Tuhan memberkati! (CBA)

Comments