Skip to main content

Menghabiskan waktu dengan Tuhan?

Seringkali kita diingatkan atau didorong untuk dapat mengenal pribadi Tuhan lebih dalam. Bahkan tidak hanya mengenal, kita sewajarnya mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan kita (Ulangan 6:5)! Tuhan sebenarnya begitu ingin memiliki hubungan yang intim dengan kita, ciptaanNya. Pertanyaannya, mengapa seringkali hal ini malah justru sulit untuk kita lakukan?

Ada sebuah firman Tuhan dari Yesaya 1:18-20, dengan perikop "Let’s Argue This Out" yang akan saya coba bagikan dalam terjemahan The Message, yang berbunyi seperti berikut: “Come. Sit down. Let’s argue this out.” This is God’s Message: “If your sins are blood-red, they’ll be snow-white. If they’re red like crimson, they’ll be like wool. If you’ll willingly obey, you’ll feast like kings. But if you’re willful and stubborn, you’ll die like dogs.” That’s right. God says so.

Ya, firman tersebut memiliki sebuah janji yang luar biasa dari Tuhan akan sebuah penerimaan yang penuh, namun dengan sebuah syarat, yaitu "willingly obey." Tentu menjadi taat berbeda dengan taat secara penuh kerelaan di hati. Ada sebuah inisiatif disini, bukan keterpaksaan. Dan memang pada kenyataannya, Tuhan tidak pernah memaksa, dalam Wahyu 3:20 Firman Tuhan berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." Sayangnya, kita seringkali lebih memilih untuk makan bersama-sama dengan teman-teman kita, orang-orang yang sepertinya lebih asik, dibanding dengan Tuhan.

Setelah saya mencoba mengevaluasi diri saya sendiri, saya mendapatkan sebuah pemikiran bahwa kebanyakan dari kita jarang berinisiatif mencari Tuhan dan mengenal pribadiNya lebih lanjut karena merasa hal itu tidaklah meng-"asyik"-kan, lebih baik kita menghabiskan waktu kita yang sedikit ini dengan orang-orang atau kegiatan yang membuat kita senang hati. Kalau menghabiskan waktu dengan Tuhan cenderung merasa bosan, kita tidak tahu harus berbicara apa, harus serius, tidak bisa bercanda dan tertawa bebas. Semuanya berbicara tentang konteks "fun."

Namun ketika kita ubah sedikit cara pandang kita, bahwa sesungguhnya kita tidak menghabiskan waktu kita dengan Tuhan (spend time) tapi kita sebenarnya sedang menginvestasikan waktu kita untuk Tuhan (invest time), segalanya jadi berbeda. Sama dengan prinsip bahwa untuk menjadi kaya kita tidak boleh membuang-buang uang, menabung bahkan juga tidak bisa membuat kita kaya, hanya investasi yang tepat yang bisa membawa kita mendulang banyak keuntungan. Waktu dan hidup kita adalah sumber daya termahal yang Tuhan berikan kepada kita, dan saya percaya untuk dapat sukses dalam hidup kita, justru investasi terbaik kita harusnya ada pada kerajaan surga, dimana Tuhan sebagai sumber, pemilik dan pengelola tunggal. Pernahkah kita melihat Tuhan merugi?

Berbeda dengan prinsip spending dimana kita mencari kesenangan, seorang investor yang benar tidak pernah mengejar keuntungan pribadi semata, investor terbaik selalu mengutamakan hal yang diinvestasikannya diatas kepentingan pribadinya. Tahukah kamu warren buffett berinvestasi di coca cola sejak 1988 hingga hari ini? Apakah pernah ia melepaskan sahamnya di coca cola? Tidak sekali-kali! Justru ia terus menambahkan investasinya agar semakin besar, padahal kalau ia jual sahamnya tentu ia akan mendulang untung yang amat sangat besar. 

Ada sebuah nasihat dari warren buffett yang terkenal, jangan pernah berinvestasi pada sesuatu yang tidak anda mengerti! Jadi untuk dapat berinvestasi dalam kerajaan surga maka kita harus mengerti benar-benar akan kerajaan surga dan segala isinya. Matius 6:33 dengan jelas berkata, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu! Kalau saya mengenal pemilik sebuah perusahaan, dan tahu apa yang dia rencanakan, tentu saya bisa berinvestasi lebih baik lagi, bukan? Sisi lain yang saya pelajar dari buffett, cintai investasimu, tahukah kamu alasan utama ia berinvestasi pada coca cola adalah karena coca cola adalah minuman favoritnya? Banyak investasi lain yang mungkin lebih menguntungkan bagi buffett, tapi begitu ia menyukai coca cola, ia memilih coca cola.

Apakah kita mengenal pribadi Tuhan sebagai pemilik kerajaan surga? Apakah kita mengerti rencana-Nya dalam hidup kita? Apakah kita mengerti keinginan hati-Nya? Apakah kita mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh? Kalau tidak, waktu yang kita pakai untuk ibadah, waktu yang kita pakai untuk komsel, waktu yang kita pakai untuk berdoa, sesungguhnya adalah sia-sia. Selama fokus hidup kita adalah kita, sulit bagi doa kita untuk dijawab. Yakobus 4:3 berkata, Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Mari kita evaluasi kembali hidup kita, dan apa yang kita investasikan. Jangan sampai keputusan dan perbuatan kita hari ini menjadi penyesalan kita di kemudian hari. Mengapa orang senang berinvestasi pada logam mulia? Karena logam mulia atau logam adi adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi, hampir kekal sifatnya. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya (Yesaya 40:8)! Wahyu 11:15b juga menyatakan bahwa ”Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” Tidak hanya masalah kekekalan, ingat bahwa tidak ada tuhan lain yang lebih baik dari Tuhan kita Yesus Kristus, yang begitu memperhatikan dan mengutamakan kita diatas diriNya sendiri hingga Ia mau turun ke dunia dan menebus hidup kita yang berdosa. Semoga memberkati! (CBA)

Comments