Ketika kita berbicara mengenai Roh Kudus, mungkin sebagian dari kita kesulitan dalam menggambarkan tentang Roh Kudus. Meskipun seringkali dikhotbahkan di gereja, atau dibahas dalam pertemuan-pertemuan ibadah. Saya sendiri masih sering mendengar perdebatan mengenai Roh Kudus, yang berbeda adalah, ketika kita sudah memiliki pengalaman pribadi dengan Roh Kudus kita tidak perlu berdebat lagi mengenai keberadaan Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Dalam Alkitab, Roh Kudus bahkan berperan penting dalam kehadiran Kristus Yesus. Dikatakan dalam Matius 1:18, "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri." Jangan kita menganggap Roh Kudus sebagai sebuah "hal." Roh Kudus sesungguhnya adalah sebuah pribadi yang hidup bersama-sama dengan kita. Yesus berkata dalam Yohanes 14:26, "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
Perlu kita sadari bahwa esensi sesungguhnya seorang pengikut dan murid Kristus adalah, ketika kita melakukan kehendak-Nya. Disinilah peran terpenting Roh Kudus dalam hidup kita, ketika Kristus sudah tidak lagi bersama-sama dengan kita secara fisik. Tidak hanya itu, Kuasa Tuhan yang dicurahkan melalui Roh Kudus-lah yang sesungguhnya memampukan kita untuk melakukan hal-hal besar yang Tuhan inginkan, pada masa-masa tersulit sekalipun. Yesus sendiri berkata dalam Markus 13:11, "Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus." Tidak hanya perbuatan-perbuatan besar, namun juga hal-hal mendasar seperti dalam perkataan kita, Roh Kudus juga memampukan kita menyampaikan isi hati Tuhan kapanpun juga Tuhan inginkan, "Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan." (Lukas 12:12)
Kabar baiknya, Roh Kudus bukanlah sesuatu yang sifatnya eksklusif bagi orang-orang tertentu saja, kita hanya perlu meminta saja! Lukas 11:13, mencatat bahwa Kristus berkata; "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Roh Kudus sesungguhnya menggenapi 1 Tesalonika 5:16, "Bersukacitalah senantiasa." Terkadang kita hanya mencari sukacita sementara dari kenyamanan dunia, seperti makanan dan minuman yang enak, travelling, dan sebagainya, namun kita terkadang lupa bahwa sesungguhnya Roh Kudus juga punya peran dalam sukacita kita sebagai penghibur, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus." (Roma 14:17).
Ada pendapat menarik yang pernah saya baca bahwa Firman Tuhan tanpa Roh Kudus itu sulit untuk dapat dimengerti sepenuhnya oleh kita sebagai manusia yang sangat terbatas. Roh Kudus-lah yang membuat ayat firman yang sama bisa relevan dalam berbagai keadaan yang kita hadapi. Roh Kudus tidak hanya berperan menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita, tetapi menyampaikan permohonan kita kepada Bapa lewat doa kita seperti firman yang tertulis dalam Yudas 1:20, "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus."
Saya berdoa agar Roh Kudus membangkitkan semangat dan roh kita semua, menjadi penghibur yang menguatkan kita semua dalam setiap tantangan yang harus kita lalui. Roh Kudus menggenapi janji-Nya akan penyertaan yang tidak pernah berhenti, seperti yang dikatakan dalam Mazmur 23:4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." Tuhan memberkati! (CBA)
Comments