Skip to main content

Resident atau Visitor?

Setiap orang pasti ingin menjadi lebih baik, atau setidaknya dipandang lebih baik oleh orang lain. Saya pribadi juga begitu. Ada perasaan sukacita jika saya mampu menghasilkan sesuatu yang baik dalam hidup. Secara ilmiah, ini sejalan dengan teori Maslow yang mengatakan bahwa kebutuhan tertinggi seorang manusia adalah aktualisasi diri. Nah, salah satu cara aktualisasi diri terbaik adalah mencapai tujuan yang lebih baik atau lebih tinggi. Sadarkah kita, bahwa konsep hidup dalam Kristus sesungguhnya punya arah perjalanan yang sama, yaitu berbuah maksimal! Ada Firman Tuhan yang membahas tentang hal ini:

Yohanes 15:1-8
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Ada beberapa hal yang saya pelajari dari pengajaran Kristus ini. Yang pertama dan terutama adalah ketika Kristus berkata "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Perhatikan kata "Tinggal." Terkadang hubungan kita dengan Tuhan adalah seperti mesin ATM. Kita hanya datang kepada Tuhan ketika kita merasa butuh, dan ketika kita merasa kita punya "saldo" untuk ditarik. Sedangkan Tuhan mau kita TINGGAL, artinya sesuatu yang sifatnya permanen, bukan on and off sesuka hati kita.

Mengapa? Kristus berkata: ".. ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur." Ingat bahwa Kristus adalah sumber, seperti yang dikatakan Kristus: "... sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Bayangkan apabila kita adalah sebuah bola lampu, kita hanya dapat menyala dengan terang jika kita terhubung dengan sumber listrik bukan? Anggap saja bola lampu tersebut begitu canggih dan memiliki baterai sehingga mampu untuk menyala tanpa terhubung, berapa lama kita sanggup bertahan seorang diri? Jelas dikatakan bahwa "ia dibuang ke luar seperti ranting (mati) dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."

Pelajaran penting selanjutnya yang saya dapatkan, adalah semua ranting, terlepas dari apapun kualitasnya, baik maupun buruk akan mengalami pengalaman yang sama: DIPOTONG. Kristus berkata: "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah." Kata dibersihkan disini, dalam bahasa Inggris ditulis "pruning" yang artinya dibersihkan dengan cara dipotong ujung-ujungnya atau bagian-bagian yang dianggap tidak diperlukan. Hal ini menjelaskan mengapa terkadang orang-orang benar mengalami hal-hal yang terlihat buruk, sama seperti orang-orang yang hidupnya tidak benar. Inilah juga mengapa Ayub perlu mengalami apa yang ia alami. Perbedaan antara orang benar dan orang lainnya adalah hasil akhirnya. Orang benar akan melalui proses tersebut dan berbuah lebih banyak, sedangkan yang lain akan mati lalu dibuang kedalam api.

Sadarkah kita, ketika kedua ranting tersebut dipotong, rasa sakit yang dialami keduanya adalah sama. Yang membedakan adalah yang membersihkan/memotong. Apa yang menjadi rencana yang mengusahakan pohon tersebut yang berbeda. Ingat, Kristus berkata: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya." Rancangan Bapa atas kita adalah "rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) Tugas kita adalah menjadi ranting yang terhubung pada pokok yang benar dan beriman, karena kita sebagai ranting tidak dapat mengetahui jelas rancangan dari pengusaha, sebab Firman Tuhan sendiri berkata dalam Yesaya 55:9: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Berpeganglah teguh pada Firman Tuhan seperti teladan Rasul Paulus yang berkata: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Pastikan kita terhubung dengan pokok yang benar bukan pokok yang KITA ANGGAP benar, jangan sampai kita menjadi serupa dengan orang-orang yang disebutkan Kristus pada Matius 7:21-23, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tahu dari mana jika kita terhubung dengan pokok yang benar? Ketika kita terhubung dengan Kristus, maka hidup kita menjadi harmonis dengan apa yang menjadi kehendak Kristus, itulah mengapa Kristus berkata: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Ketika apa yang kita kehendaki sama dengan apa yang Kristus kehendaki, bukankah secara otomatis kita akan menerimanya ketika kita meminta? Jangan mengejar apa yang bisa datang sendiri dalam hidup kita seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Maka kita disebut sebagai murid Kristus, sebab kita melakukan semua yang diajarkan oleh Kristus pada kita. Kenali Kristus supaya kita lebih mudah mengidentifikasi apakah kita sudah pada posisi yang benar atau belum dengan cara TINGGAL di dalam-Nya, dalam hadirat-Nya, dalam Firman-Nya. Berdoalah senantiasa dan bacalah FirmanNya.

Perubahan yang signifikan seringkali muncul dari keputusan yang kita ambil pada saat ini juga. Jika ada area-area yang hendak Tuhan "bersihkan" dalam diri kita, jangan takut dan jangan cemas, sebab Ia melakukannya dengan penuh kasih, dengan tujuan supaya kita semakin murni dan semakin berbuah banyak. Semoga apa yang saya pelajari bisa menjadi berkat juga bagi Anda semua. Tuhan Yesus memberkati!

Comments