Perjalanan bersama Tuhan tidak selalu menjadi perjalanan yang mulus, memiliki pemandangan yang indah, terang benderang, dan tanpa gangguan. Bahkan dikatakan dalam Mazmur 23:4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,..." Ingatkah kisah dalam Markus 4 ketika Yesus dan murid-muridNya ada dalam sebuah perjalanan menyeberangi danau tiberias? Markus 4:37 menyebutkan bahwa, "Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air." Bahkan murid-muridNya yang berjalan bersamaNya pun tidak luput dari badai. Tahukah Anda bahwa lebar maksimal dari danau ini hanya 13 km? Badai umumnya hanya terjadi di danau-danau besar (great lakes) dengan luas belasan hingga puluhan ribu km2. Sebagai perbandingan, danau tiberias (laut galilea) hanya memiliki luas 166 km2.
Dari cerita itu, saya belajar bahwa badai bisa muncul kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja tidak perduli seberapa hebat, seberapa rohani, atau seberapa bijak seseorang itu. Yang menjadi perbedaan adalah jika ada Kristus besertamu, karena hanya Kristus yang mampu dengan semudah berkata "Diam! Tenanglah!" maka angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Murid-muridNya pada saat itu jauh lebih baik, karena ditengah kepanikan mereka masih ingat bahwa Kristus bersama dengan mereka. Bagi saya? Sayangnya saya masih harus banyak belajar lagi. Ada masa-masa dimana saya rasanya lupa bahwa saya berjalan bersama dengan Tuhan. Pada saat itu, biasanya saya merasa tidak layak, saya merasa tidak mampu mendengar suara Tuhan, saya merasa berjalan sendirian, bahkan hidup selayaknya orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan mengandalkan diri sendiri atas segala sesuatunya.
Tapi, saya merasa sangat dikasihi oleh Tuhan. Meskipun berulang kali dalam perjalanan rohani saya mengalami pasang-surut, Firman Tuhan selalu datang pada saya dan menjadi trigger rebound dalam hidup saya. Kali ini, FirmanNya yang coba mau saya bagikan adalah ketika Yesus berkata pada Yohanes 15:16 "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."
Ketika kita merasa tidak layak bagi Tuhan, hal pertama yang mucul dalam pikiran adalah meninggalkan Tuhan. Kita merasa tidak nyaman untuk masuk dalam hadiratNya. Begitu juga dengan apa yang pernah saya rasakan. Perlahan-lahan kita menarik diri, api mulai padam, dan pintu pun akhirnya kita tutup. Tapi dengan jelas dikatakan oleh Kristus bahwa Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu! Siapakah kita hendak memutuskan bagi Tuhan? Sejauh-jauhnya kita berlari meninggalkan Tuhan, tidak mampukah Tuhan dengan sekejap berada di hadapan kita lalu mendekap kita dengan hangat? Lebih jauh Kristus berkata bahwa Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap! Sadarilah bahwa ketetapan artinya adalah sebuah keputusan yang tidak bisa digangu gugat atau diubah di tengah perjalanan, yang artinya no turning back dalam perjalanan kita bersama Kristus. Semuanya ini bukanlah sesuatu yang dipaksakan kepada kita untuk kepentingan Kristus, karena dengan jelas dikatakan SUPAYA apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Betapa Kristus mengasihi kita!
Ini adalah bukti bagi saya akan penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti, sekalipun kita sebagai manusia terbatas dalam mengenal pribadiNya. Tuhan Allah sendiri telah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5). Pengalaman ini seperti lirik lagu You Raise Me Up yang dinyanyikan oleh Josh Groban:
When I am down and, oh my soul, so wearyWhen troubles come and my heart burdened be.
Then, I am still and wait here in the silence,
Until You come and sit awhile with me.
You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up to more than I can be
Kita memang manusia yang lemah, yang seringkali jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan (Yakobus 1:2). Namun, rasul Paulus sendiri berkata bahwa Tuhan berucap kepadanya, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:9). Semoga Firman ini bisa menjadi trigger rebound untuk semua orang yang membutuhkannya, termasuk saya pribadi. Biar kita bersama-sama naik lebih tinggi dari posisi kita sebelumnya, seperti Firman Tuhan yang berbunyi: TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia (Ulangan 28:13). Hanya butuh keberanian kita untuk melangkah kembali besama Tuhan, dimana Kristus sendiri berkata, "Take courage for I AM with you!" (Matius 14:27). Tuhan memberkati!
Comments