Skip to main content

Simon Petrus dan Yudas Iskariot

Kita tentu mengenal kedua pribadi yang tertulis namanya dalam judul artikel kali ini. Kedua orang ini adalah murid-murid Yesus yang paling dekat dengan Dia. Kedua orang ini meskipun memiliki starting point yang sama sayangnya memiliki akhir hidup yang berbeda. Disebutkan dalam Matius 16:18: "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." dimana setelah Yesus terangkat ke Surga, Petrus menjadi salah satu pemimpin dari jemaat mula-mula, bahkan gereja Katolik mengakui bahwa Simon Petrus adalah Paus yang pertama (the first Pope). Yudas di sisi lain mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Ketika saya mendengar kembali kisah akhir hidup Yesus hingga Ia disalibkan, tiba-tiba Tuhan seperti memberi sebuah pesan pribadi kepada saya, bahwa sejak awal setiap dari kita yang dikasihiNya diberi pilihan untuk menjadi Simon Petrus atau Yudas Iskariot. Pesan ini pada awalnya terkesan agak aneh, mengingat kita semua tahu bahwa kedua orang ini begitu berbeda. Namun, setelah saya renungkan, Tuhan membukakan kepada saya, bahwa pada dasarnya kedua orang ini adalah SAMA.

Pasti ada pembaca yang merasa aneh, mengapa dikatakan bahwa kedua orang ini adalah sama, jadi mari kita bahas sedikit. Pasti semua umat nasrani setuju bahwa Yudas Iskariot adalah identik dengan seorang pengkhianat, anggota lingkaran utama Yesus yang kemudian menjual Yesus demi 30 keping perak (yang pada masa itu merupakan sebuah jumlah yang tergolong cukup besar). Pengkhianatan sendiri dapat digolongkan sebagai sebuah kejahatan yang sangat serius dan sulit untuk diampuni. Sedangkan apa yang Simon Petrus lakukan sehingga dianggap setara? Ya, Simon Petrus menyangkal Yesus, tiga kali sebelum ayam berkokok.

Perlu kita ketahui, dalam kerajaan Inggris, penyangkalan akan Raja bahkan dianggap sebagai High Treason. Ketika Simon Petrus menyangkal Tuhan, khususnya setelah ia sendiri berkata bahwa ia bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Yesus (Lukas 22:33), Simon Petrus juga bahkan berkata "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak." (Markus 14:29), pada akhirnya pun ia tetap menyangkal Yesus dengan sedemikian kerasnya (3 kali dalam jeda waktu yang amat sangat pendek).

Di masa modern ini, sebenarnya banyak dari kita masih melakukan apa yang kedua tokoh tersebut lakukan. Ada diantara kita yang "menukarkan" Yesus / waktu pribadi dengan Yesus dengan harta atau materi. Ada juga diantara kita yang "menyangkal" Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari dan berjalan dalam jalan dunia, entah dalam berbisnis, dalam relasi, dan dalam mengambil keputusan atau tindakan. Dalam hal ini, kita pada akhirnya tidak jauh berbeda dari kedua tokoh tersebut. Bahkan dalam Matius 14:31, Yesus memanggil Simon Petrus dengan: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Titik awal (starting point) boleh sama, namun apa yang terjadi selanjutnya yang menentukan garis akhirnya. Yudas Iskariot memilih untuk mengakhiri hidupnya dalam penyesalan, sedangkan Simon Petrus, memilih untuk insaf dan kembali kepada jalan yang seharusnya ia jalankan sejak awal. Bahkan Yesus sendiri mendoakan Petrus, dalam Lukas 22:31-32: "Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Sebelum Yesus terangkat, saat pertemuan terakhirnya dengan Petrus (Yohanes 21:15-19), bertanya dan memberi arahan secara khusus kepada Simon Petrus, "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Terlepas dari apapun yang Simon Petrus pernah lakukan sebelumnya, Yesus mempercayakan penggembalaan jemaatNya kepadanya, dan berkata kepadanya "Ikutlah Aku." (Yohanes 21:19).

Maka, saat ini pilihan diperhadapkan kepada kita semua, apakah kita mau mengikut Yesus, dan pada waktu yang sudah dipersiapkanNya, menggembalakan domba-domba Tuhan, sesuai dengan Amanat AgungNya: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20)

Selamat hari paskah & Tuhan Yesus Membekati! (CBA)

Comments