Skip to main content

Saya adalah Gereja

Hari minggu lalu saya dan keluarga mengikuti ibadah online gereja lokal kami di sebuah plaform digital terkemuka. Makanan rohani yang saya terima hari itu cukup tajam meingatkan saya akan sebuah fakta yang seringkali kita lupakan; SAYA ADALAH GEREJA. Semoga apa yang saya coba bagikan kali ini juga menjadi sesuatu yang baik buat kalian juga.

Kita seringkali mengidentikkan gereja dengan sebuah lokasi, kerumunan orang tertentu, atau gedung tertentu. Kalimat yang cukup sering kita dengar atau gunakan, "Mari kita berangkat ke gereja!" atau "Sudahkah kamu beribadah di gereja?" Hal ini secara jelas menggambarkan bentuk dan posisi gereja di komunitas nasrani saat ini. Gereja dipandang sebagai sebuah entitas yang ada diluar pribadi kita. Mari kita lihat, apa yang Alkitab tuliskan tentang gereja.

Mungkin mengejutkan bagi sebagian dari kita, namun secara harfiah, kata gereja atau dalam bahasa inggris church tidak pernah disebutkan di Alkitab. Namun, dalam beberapa terjemahan bahasa inggris seperti CEV (Contemporary English Version) yang sering saya baca, bisa kita temukan banyak kata "church" di dalamnya. Setiap kata "church" yang digunakan disana, dalam bahasa aslinya (Yunani) adalah ekklêsia, atau yang diterjemahkan secara langsung sebagai ORANG-ORANG YANG DIPANGGIL (Called out ones). Di dalam Alkitab, pertama kali kata ekklêsia dipergunakan adalah pada injil Matius 16:18, dimana Yesus berkata: "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Sebenarnya dalam versi bahasa Yunani (pada teks aslinya, seluruh kitab perjanjian lama ditulis dalam bahasa Ibrani atau Aram), secara kronologis kata ekklêsia disebutkan pertama kali pada Ulangan 4:10: ".. yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka." Namun, dapat dimengerti karena tujuan dari bangsa Israel dikumpulkan sama dengan tujuan gereja Tuhan berkumpul, yaitu dimana sekumpulan orang yang memiliki iman (percaya) kepada Allah diajar (dimuridkan) (Kisah 2:42) dan pada akhirnya memuridkan (Matius 28:19-20).


Dalam Alkitab, setiap kali kata "gereja" (church) disebutkan tidak pernah merujuk kepada sebuah lokasi atau tempat tertentu, apalagi jelas sekali pada masa itu, Nero, kaisar romawi yang berkuasa secara gencar memburu para pengikut Kristus atau gereja mula-mula. Hal ini menyebabkan tidak mungkin ibadah dilakukan secara terbuka pada gedung yang tetap seperti yang kita alami pada masa sekarang ini.

Disinilah menjadi jelas bagi saya, di tengah modernisasi saat ini, ditengah kenyamanan "kekristenan" saat ini, sebuah esensi yang penting menjadi pemahaman yang salah bagi mayoritas orang-orang yang percaya kepada Yesus. Hal ini tentu berbahaya, karena dengan pemahaman ini, tugas-tugas dan fungsi-fungsi gereja (Tubuh Kristus) menjadi dipindahkan juga kepada gedung atau organisasi tertentu yang mengelola gedung tersebut (pendeta, full timer di gereja, dan para pekerjanya) sedangkan hal ini tidak pernah menjadi apa yang Yesus inginkan sejak awal. Tidak heran maka sebagian dari orang-orang yang mengunjungi gedung gereja terlihat kudus dan baik di lokasi tersebut namun berubah seratus delapan puluh derajat ketika sudah tidak lagi berada di sana. Perintah yang sudah ditetapkan Yesus, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." dalam Matius 22:37-39 menjadi terbatas ruang lingkupnya, hanya di dalam area gedung atau lokasi gereja saja.

Saya berharap dari apa yang bisa saya bagikan dengan segala keterbatasan kita mengingatkan kita kembali, bahwa KITA ADALAH GEREJA. Dan hal ini bisa membuat kita sadar bahwa segala fungsi utama gereja, baik untuk mengasihi Allah, mengasihi sesama, dimuridkan, dan memuridkan ada di dalam tangan kita masing-masing, bukan hanya tanggung jawab pendeta atau ketua komunitas kecil dimana kita berada saja. 

Menjadi pengikut Kristus adalah gratis, namun jangan lupa bahwa menjalaninya bukanlah perkara yang mudah, ada komitmen yang dituntut Allah pada kita. Bukankah membangun hubungan yang sehat harus ada usaha yang seimbang dari kedua belah pihak? Allah sudah melakukan dan mempersiapkan segalanya buat keselamatan kita, sekarang waktunya kitalah untuk mengerjakan apa yang menjadi bagian kita dari awal. Melangkahlah dalam setiap hari kita dengan kesadaran penuh apa yang menjadi tugas kita, dan apa yang Allah harapkan dari kita. Apalagi Rasul Paulus juga berkata, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Korintus 3:18) yang sejalan dengan firman bahwa Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya (1 Korintus 12:27). 
Semoga memberkati! (CBA)

Comments