Pertumbuhan menjadi sebuah kata yang penting bagi kita, karena segala sesuatu yang tidak bertumbuh cenderung akan rendah nilainya. Biji yang tidak bertumbuh pasti nilainya lebih rendah dari tanaman yang sudah bertunas, sedangkan tanaman yang sudah berbatang besar pasti lebih tinggi nilainya dari tunas, dan tanaman yang sudah berbuah akan berlipat ganda nilainya dari tanaman yang belum berbuah. Hal ini berlaku juga bagi manusia, bahwa manusia dewasa pasti secara umum dianggap lebih memiliki kontribusi terhadap masyarakat dibandingkan dengan seorang bayi bukan?
Agar seorang individu bisa bertumbuh dewasa dengan benar banyak hal yang harus dipersiapkan dan diberikan secara terus-menerus seperti makanan, pakaian, pendidikan, perhatian, dan sebagainya. Jika hal ini tidak dipernuhi dengan kadar yang tepat, kemungkinan besar individu tersebut tidak dapat bertumbuh layaknya manusia normal, bahkan bisa saja meninggal. Sama halnya dengan pertumbuhan jasmani, pertumbuhan rohani juga memerlukan beberapa hal yang memastikan rohani kita bisa bertumbuh dengan benar.
Setiap dari kita diberi kesempatan yang sama untuk dapat bertumbuh secara rohani, semua orang diberi permulaan yang sama oleh Allah yaitu lahir baru. Yesus dalam Yohanes 3:3 berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Tanpa kelahiran baru, maka pertumbuhan rohani tidak dapat terjadi, tidak mungkin kita bisa menumbuhkan sesuatu dari yang tidak ada.
Sebagai seseorang yang sudah dilahirkan baru, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut masuk dalam fase bayi rohani. Layaknya seorang bayi, maka dalam fase ini kehidupan rohaninya sangat tergantung dengan orang lain, tidak mandiri, dan cenderung rentan (mudah sakit/mati). Dengan seiring berjalannya waktu, bila si bayi rohani ini dapat bertumbuh dengan benar maka pada waktunya ia akan menjadi anak-anak, menjadi dewasa, dan pada suatu titik menjadi orang tua rohani bagi bayi-bayi rohani lainnya. Untuk memastikan pertumbuhan rohani yang benar tercapai, maka ada dua aspek yang harus bisa dipenuhi kebutuhannya, mari kita bahas bersama.
Pertama, untuk dapat bertumbuh yang paling dasar yang dibutuhkan adalah nutrisi atau yang sering kita sebut dengan makanan! Bagi Rohani kita, makanan satu-satunya yang bisa memberikan kekuatan untuk bertumbuh adalah Firman Allah. Yesus sendiri berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4) Setiap makanan rohani yang kita santap memberikan kekuatan bagi Roh kita untuk bisa menghadapi latihan-latihan otot rohani yang Tuhan berikan, seperti masalah dalam hidup, orang-orang yang meresahkan, proses menanti berkat, tantangan dalam pekerjaan, dan lain sebagainya. Maka wajar saja jika seseorang yang makan hanya seminggu sekali, struggling dalam menghadapi semua hal tersebut dan mulai bertanya-tanya, dimana jalan keluar yang dibutuhkan dan apakah Tuhan benar-benar ada?
Firman Tuhan adalah kunci jawaban kita atas setiap persoalan yang harus kita selesaikan, dan Alkitab adalah manual book untuk hidup kita, apalagi kita percaya bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin, kalau kita sendiri tidak tahu apa saja yang dijanjikan Tuhan bagi hidup kita, bagaimana kita bisa klaim janji tersebut kepada Tuhan? Maka selama kita pegang erat Firman tersebut, apapun hal yang kita hadapi, pasti ada jalan keluarnya, bahkan mungkin lewat cara-cara yang tidak kita duga.
Kapan terakhir Anda menyantap makanan rohani anda yang baik?
Kedua, selain makanan dalam pertumbuhan ada aspek lainnya yang wajib dipenuhi agar bisa maksimal, yaitu interaksi. Jika kita sebagai sebuah pribadi tidak berinteraksi dengan apapun atau siapapun, pasti nalar kita tidak akan berkembang, dan pemikiran kita akan menjadi sempit. Interaksi yang dimaksud disini bisa dikategorikan dalam dua hal yaitu interaksi dengan Tuhan dan interaksi dengan sesama.
Interaksi dengan Tuhan adalah previlege yang kita miliki sebagai orang-orang percaya. Tuhan bisa berbicara dengan kita lewat cara apapun, dan Dia juga sangat merindukan apabila kita mau berkomunikasi dengan Dia. Yesus pun sendiri sudah berkali-kali mengajarkan kita bagaimana caranya kita seharusnya berkomunikasi dengan Allah dalam berbagai kisah yang tercatat di Alkitab. Cara yang Tuhan Yesus ajarkan hanya satu, yaitu lewat berdoa. Secara praktis, kita menjadi dekat dengan orang yang sering kita ajak bicara, maka doa sebagai sarana kita berkomunikasi dengan Allah akan membawa kita semakin dekat dengan beberapa individu:
Agar seorang individu bisa bertumbuh dewasa dengan benar banyak hal yang harus dipersiapkan dan diberikan secara terus-menerus seperti makanan, pakaian, pendidikan, perhatian, dan sebagainya. Jika hal ini tidak dipernuhi dengan kadar yang tepat, kemungkinan besar individu tersebut tidak dapat bertumbuh layaknya manusia normal, bahkan bisa saja meninggal. Sama halnya dengan pertumbuhan jasmani, pertumbuhan rohani juga memerlukan beberapa hal yang memastikan rohani kita bisa bertumbuh dengan benar.
Setiap dari kita diberi kesempatan yang sama untuk dapat bertumbuh secara rohani, semua orang diberi permulaan yang sama oleh Allah yaitu lahir baru. Yesus dalam Yohanes 3:3 berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Tanpa kelahiran baru, maka pertumbuhan rohani tidak dapat terjadi, tidak mungkin kita bisa menumbuhkan sesuatu dari yang tidak ada.
Sebagai seseorang yang sudah dilahirkan baru, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut masuk dalam fase bayi rohani. Layaknya seorang bayi, maka dalam fase ini kehidupan rohaninya sangat tergantung dengan orang lain, tidak mandiri, dan cenderung rentan (mudah sakit/mati). Dengan seiring berjalannya waktu, bila si bayi rohani ini dapat bertumbuh dengan benar maka pada waktunya ia akan menjadi anak-anak, menjadi dewasa, dan pada suatu titik menjadi orang tua rohani bagi bayi-bayi rohani lainnya. Untuk memastikan pertumbuhan rohani yang benar tercapai, maka ada dua aspek yang harus bisa dipenuhi kebutuhannya, mari kita bahas bersama.
Pertama, untuk dapat bertumbuh yang paling dasar yang dibutuhkan adalah nutrisi atau yang sering kita sebut dengan makanan! Bagi Rohani kita, makanan satu-satunya yang bisa memberikan kekuatan untuk bertumbuh adalah Firman Allah. Yesus sendiri berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4) Setiap makanan rohani yang kita santap memberikan kekuatan bagi Roh kita untuk bisa menghadapi latihan-latihan otot rohani yang Tuhan berikan, seperti masalah dalam hidup, orang-orang yang meresahkan, proses menanti berkat, tantangan dalam pekerjaan, dan lain sebagainya. Maka wajar saja jika seseorang yang makan hanya seminggu sekali, struggling dalam menghadapi semua hal tersebut dan mulai bertanya-tanya, dimana jalan keluar yang dibutuhkan dan apakah Tuhan benar-benar ada?
Firman Tuhan adalah kunci jawaban kita atas setiap persoalan yang harus kita selesaikan, dan Alkitab adalah manual book untuk hidup kita, apalagi kita percaya bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin, kalau kita sendiri tidak tahu apa saja yang dijanjikan Tuhan bagi hidup kita, bagaimana kita bisa klaim janji tersebut kepada Tuhan? Maka selama kita pegang erat Firman tersebut, apapun hal yang kita hadapi, pasti ada jalan keluarnya, bahkan mungkin lewat cara-cara yang tidak kita duga.
Kapan terakhir Anda menyantap makanan rohani anda yang baik?
Kedua, selain makanan dalam pertumbuhan ada aspek lainnya yang wajib dipenuhi agar bisa maksimal, yaitu interaksi. Jika kita sebagai sebuah pribadi tidak berinteraksi dengan apapun atau siapapun, pasti nalar kita tidak akan berkembang, dan pemikiran kita akan menjadi sempit. Interaksi yang dimaksud disini bisa dikategorikan dalam dua hal yaitu interaksi dengan Tuhan dan interaksi dengan sesama.
Interaksi dengan Tuhan adalah previlege yang kita miliki sebagai orang-orang percaya. Tuhan bisa berbicara dengan kita lewat cara apapun, dan Dia juga sangat merindukan apabila kita mau berkomunikasi dengan Dia. Yesus pun sendiri sudah berkali-kali mengajarkan kita bagaimana caranya kita seharusnya berkomunikasi dengan Allah dalam berbagai kisah yang tercatat di Alkitab. Cara yang Tuhan Yesus ajarkan hanya satu, yaitu lewat berdoa. Secara praktis, kita menjadi dekat dengan orang yang sering kita ajak bicara, maka doa sebagai sarana kita berkomunikasi dengan Allah akan membawa kita semakin dekat dengan beberapa individu:
- Kepada siapa kita berdoa (Allah)
- Dengan siapa kita berdoa (pasangan/keluarga/kerabat/sesama)
- Untuk siapa kita berdoa (pasangan/keluarga/kerabat/sesama)
Dengan semakin kita sering berkomunikasi dengan Tuhan, semakin mudah kita dapat membedakan mana suaraNya dan mana suara kita, atau bahkan suara iblis. Kalau kita tidak mengenal dengan baik siapa Tuhan yang kita sembah, kita harus berhati-hati, jangan-jangan kita menyembah tuhan yang salah.
Interaksi lain (yang tidak kalah pentingnya) yang kita perlukan adalah interaksi dengan sesama, dimulai dengan orang tua atau orang-orang yang lebih dewasa saat masih bayi, lalu ketika beranjak lebih dewasa, ditambah dengan berinteraksi dengan orang-orang yang sepadan kedewasaannya. Orang-orang ini masing-masing memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda, mereka memiliki kegagalan dan keberhasilan mereka masing-masing. Dari sanalah kita akan lebih mudah mempelajari segala sesuatunya, dan sangat mungkin sekali Tuhan menggunakan orang-orang di sekitar kita untuk menolong kita memahami banyak hal yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita, sekaligus menolong kita untuk dapat menemukan berbagai solusi kehidupan.
Interaksi dengan orang lain juga membawa kita lebih dewasa, lebih tidak egois, lebih mengerti dan mampu mempraktekkan konsep kasih yang Tuhan ingin kita miliki. Bukankah tidak baik bila manusia itu seorang diri saja? (Kejadian 2:18) Kedua interaksi yang Tuhan ingin kita lakukan ini terangkum dengan manis dalam dua hukum kasih yang Yesus berikan: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28.)
Bila kedua hal ini kita penuhi dengan benar, saya percaya bahwa pertumbuhan Rohani yang benar akan kita alami, dan dengan sendirinya semua karakter Kristus satu demi satu akan dapat kita tunjukkan kepada dunia.
Tuhan memberkati. (CBA)
Bila kedua hal ini kita penuhi dengan benar, saya percaya bahwa pertumbuhan Rohani yang benar akan kita alami, dan dengan sendirinya semua karakter Kristus satu demi satu akan dapat kita tunjukkan kepada dunia.
Tuhan memberkati. (CBA)
Comments