Skip to main content

Panggilan untuk menjadi murid yang sesungguhnya

Kita semua tentu sering mendengar mengenai kedua belas murid Yesus yang pada akhirnya sering disebut sebagai dua belas rasul. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya sepanjang perjalanan pelayanan Yesus, Ia telah memuridkan lebih dari pada itu?

Referensi mengenai dua belas murid Yesus tentu banyak sekali dapat ditemukan, seperti saat Yesus mengutus kedua belas murid (Lukas 9:1; Markus 6:7; Matius 10:5) untuk pertama kalinya untuk mengabarkan Ijil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. Tapi jika kita cukup jeli memperhatikan bahwa ternyata Yesus memiliki lebih dari dua belas murid, karena pada Lukas 10:1, dikatakan bahwa "Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya." Jadi bisa dikatakan, Tuhan Yesus memiliki paling sedikit delapan puluh dua murid bahkan mungkin lebih dari itu. Lalu apa signifikansinya hal ini terhadap kehidupan kita terutama tentang pemuridan? Lewat perenungan ini, ada beberapa hal yang saya dapatkan yang bisa saya coba bagikan lewat keterbatasan hikmat saya:

PERTAMA, saya melihat bahwa tidak semua orang yang mengenal dan mengalami Kristus mau menjadi seorang murid. Kita tahu bahwa banyak sekali kejadian dimana orang banyak berbondong-bondong mengikut Yesus dikarenakan oleh berbagai alasan, seperti yang diceritakan dalam Matius 4:25, "Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan." dimana mereka mengikut Yesus setelah mendengarkan pengajaran-Nya. Mujizat-Nya (Yohanes 6:2), "Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit." dan lain sebagainya. Namun tidak semua orang yang berbondong-bondong tersebut akhirnya menjadi murid Yesus, bukan? Banyak yang pada akhirnya meninggalkan dan lupa terhadap Yesus setelah "kebutuhannya" (pengetahuan, kesembuhan, kebebasan, dll.) terjawab.

KEDUA, semua orang dipanggil oleh Yesus, namun tidak semuanya dipilih pada akhirnya. Pada Matius 4:18-22, perikop yang diberikan adalah Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Pada saat itu mereka belum dipilih, karena setiap murid-murid yang Yesus panggil harus melalui berbagai proses, hingga akhirnya dipilih. Maka ketika pada akhir proses dimana banyak murid-murid-Nya yang akhirnya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia (Yohanes 6:66), hanya sedikit, termasuk dua belas murid-Nya yang tinggal, dan Yesus berkata "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini?" (Yohanes 6:70a)

Proses mengikut Yesus adalah pilihan bukan paksaan, karena ada harga yang harus kita bayar atas pilihan tersebut, layaknya sebuah besi yang ditempa, proses penempaan itu panas karena api dan sakit karena pukulan-pukulan beruntun dan tarikan-tarikan yang tidak nyaman yang dimaksudkan untuk membentuk diri kita, memperluas wadah kita, atau memurnikan kita sebelum bisa menjadi produk akhir yang sempurna dimata Tuhan. Mengapa? Yesus berkata dalam Matius 5:48, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Tuhan tidak mau produk yang setengah jadi, atau hampir jadi, Ia mau produk akhir yang tanpa cacat cela, karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang adalah sempurna (Kejadian 1:26-27), dan kita dianggap sungguh amat baik (Kejadian 1:31)

KETIGA, biarpun kita sebagai murid bisa melewati proses yang diberikan oleh Yesus dan bertahan sampai akhir, tetap kita harus tetap waspada dan menjaga hati kita, karena bahkan Yesus sendiri pun berkata kepada kedua belas murid-Nya, seorang di antaramu adalah Iblis. (Yohanes 6:70b). Motivasi menjadi penting, mengapa kita melewati semua proses itu, karena jika motivasinya tidak tepat (Yudas Iskariot lebih memilih uang daripada Yesus) maka semuanya itu akan sia-sia.

KEEMPAT, ketika semua proses itu selesai, bukan berarti kita sudah selesai, malah sebenarnya itu baru permulaan, dimana kita diminta untuk meneruskan apa yang sudah kita dapatkan dari-Nya sebagai pemurid-pemurid Kristus. Bukankah karena para dua belas rasul menjalankan hal ini, kita punya kesempatan untuk mengenal Yesus Kristus sampai pada hari ini? Tuhan Yesus sendiri berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Jadi, melihat bahwa tidak semua orang pada akhirnya mau (karena saya percaya bahwa setiap dari kita diciptakan untuk mampu) menjadi murid yang sesungguhnya, mungkin saja pada akhirnya, tidak banyak orang yang berhasil naik ke Surga, bahkan hanya ada seratus empat puluh empat ribu orang yang ditebus dari bumi yang tidak tercemar dan tidak bercela. (Wahyu 14:1-5). Namun janganlah takut, karena Allah menyukai proses. Ia menghargai progress kita, karena bukan kesempurnaan hari ini yang Ia inginkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh (PROGRESS) di dalam segala hal ke arah (MENJADI SERUPA) Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:15)

Keselamatan yang kita terima adalah kekal adanya - tidak bisa diambil dari pada kita oleh siapapun, dan tanda bahwa kita sudah menerima keselamatan itu adalah jika kita tetap tinggal (lahir baru) di dalam Dia dan berbuah (menjadi murid dan pada akhirnya menghasilkan murid) bagi-Nya. Kita tidak bisa kehilangan apa yang sebenarnya tidak pernah kita terima, bukan?

Tuhan memberkati! (CBA)

Comments