Skip to main content

Hidup dalam Tuhan adalah hidup yang penuh energi POSITIF

Sepanjang kehidupan, manusia selalu mengalami banyak masalah, mulai dari masalah sederhana hingga masalah yang membuat hati dan pikiran tertekan. Banyak yang mengatakan bahwa perjalanan kehidupan layaknya garis yang naik dan turun, selalu ada hal yang harus diselesaikan setiap saat. Hal ini berlaku untuk semua orang tentunya, tidak memandang apakah orang itu kenal Tuhan atau tidak. Ingat akan perumpamaan tentang dua macam dasar? Kedua rumah tersebut dilanda hujan dan banjir serta angin yang sama, bukan?

Menurut saya, manusia sendiri merupakan makhluk yang rentan secara pribadi. Banyak contoh ketika kita sedang menghadapi sebuah masalah yang pelik, rasanya sulit sekali bagi kita untuk merasakan damai sejahtera maupun sukacita sepanjang hari, yang kita ingat, lihat dan pikirkan selalu masalah tersebut. Lalu jika demikian, bila kita disebut sebagai orang-orang percaya, pengikut Kristus, apa yang membedakan kita?

Bagi saya pribadi, ketika kita memutuskan untuk mengikut Kristus, kita pelan-pelan harus mengubah cara berpikir kita, cara melihat kita menjadi tidak serupa dengan dunia ini, seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 12:2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Buat saya pribadi, ayat ini mengajarkan kepada saya untuk selalu bisa memiliki energi yang positif dalam hidup, terlepas dari apapun yang kita alami. Ketika kita membangun energi positif yang cukup dalam hidup kita, keseluruhan hidup kita (budi) pun akan ikut dibaharui. Pembaharuan budi ini sendiri bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi ketika kita belum melihat adanya perubahan signifikan dalam hidup kita. Namun kunci melakukan perubahan ini sebenarnya sangat sederhana, seperti yang sering dikatakan, what you see is what you get, maka untuk membaharui pikiran kita, kita perlu menjaga mata kita.

Matius 6: 23, “jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Kata "matamu jahat" disini diartikan sebagai "mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang tidak benar". Ketika kita fokus melihat akan kekurangan yang kita miliki maupun kesulitan yang kita hadapi sebagai sesuatu yang membuat hidup kita terasa buruk, artinya kita memutuskan untuk mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang tidak benar. Mengapa? Karena Allah sendiri berkata dalam Yeremia 29:11, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Selain mata, ada satu lagi intake channel yang perlu kita jaga supaya kita bisa terus memiliki energi yang positif dalam hidup kita yaitu telinga kita. Hal ini sebenarnya merupakan aspek yang paling sulit untuk dijaga, terutama karena kita tidak bisa dengan sempurna memilah apa yang akan kita dengar sepanjang hari kita. Yang bisa kita pastikan adalah kita lebih banyak mendengar hal-hal yang baik dan benar dibandingkan dengan hal-hal yang buruk. Kita bisa memilih untuk banyak mendengar dari orang-orang yang benar, berada di komunitas yang benar, dan terutama memperkatakan hal-hal yang benar, sebab janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (Efesus 4:29). Karena setiap kali kita berbicara, minimal ada satu orang yang akan mendengar, yaitu diri kita sendiri, bukan?

Dan pada akhirnya, Tuhan tidak menjanjikan perjalanan yang nyaman, kita bahkan harus selalu melewati pintu yang sempit sesak (Matius 7:13), dalam perjalanan kita orang lain mereka-rekakan yang jahat bagi kita (Kejadian 50:20), dunia bahkan membenci kita (1 Yohanes 3:13),  dimana semua hal itu akan membuat perjalanan kehidupan kita menjadi sangat sulit dan tidak nyaman, namun yang Tuhan janjikan adalah penyertaanNya seperti yang Daud katakan dalam Mazmur 23:4, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Hingga pada akhir perjalanan kita, Tuhan akan memberikan segala yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Apa yang Tuhan berikan adalah masa depan, dan bonus perjalanan masa kini yang penuh tantangan namun tetap menyenangkan, karena kita berjalan bersama-sama dengan Dia yang berkuasa.

Pengkhotbah 3:11 
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Maka jagalah energi positif yang kita miliki, supaya kita terus bisa mengarahkan pandangan kita akan jalan yang Ia sudah sediakan, dan berjalan bersama-sama dengan dia dengan tanpa lelah dan hati yang penuh sukacita, sebab bersukacitalah senantiasa (1 Tesalonika 5:16).

Tuhan Memberkati.

Comments