Sebagai seorang manusia, terutama yang sudah dewasa, sebagian besar waktu yang kita miliki tentu kita gunakan untuk beraktivitas. Dari sekian banyak aktivitas yang kita kerjakan, kategori paling besar yang menjadi aktivitas kita adalah pekerjaan kita. Pekerjaan adalah sebuah bagian penting bagi hidup manusia, baik yang mengenal Tuhan maupun yang belum mengenal Tuhan.
Dalam Alkitab, FirmanNya dengan jelas menggambarkan, hal pertama yang Tuhan minta kepada manusia ciptaanNya adalah bekerja.
Kejadian 2:15 "TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu."
Bahkan, jika kita lihat lebih lanjut, pada mulanya Allah pun menyatakan diri dalam Alkitab melalui pekerjaan penciptaanNya. Tuhan Yesus juga berkata dalam kitab Yohanes 5:17 "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
Pekerjaan kita sendiri juga bisa dilihat sebagai jembatan dimana Tuhan bisa memberkati kita, dimana TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (Ulangan 28:8) Maka jelas bahwa bagian kita terlebih dahulu untuk bekerja dan berusaha, baru Tuhan Allah memberkati kita lewat apa yang menjadi usaha kita.
Tuhan tentu tidak akan pernah ingkar janji dalam memberkati kita, namun kita perlu ingat bahwa Tuhan tidak akan pernah kontradiktif dengan apa yang menjadi ketetapanNya. Maka jika ada janji Tuhan yang belum kita nikmati, selain menunggu dengan sabar dalam iman, kita juga harus mengevaluasi apa yang kita kerjakan, apakah sesuai dengan apa yang Tuhan tetapkan?
Ada beberapa ketetapanNya yang seringkali kita lupa dalam menjalani apa yang kita kerjakan, menurut perenungan saya, ada 4 Firman Tuhan yang perlu saya pribadi terus perhatikan sebagai guideline dalam apa yang saya kerjakan:
#1. Dalam 1 Korintus 10:31, Rasul Paulus berkata, "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
Seringkali kita melakukan pekerjaan kita dengan mindset yang egois, bahwa apa yang kita kerjakan adalah dari kita untuk kita. Hal ini tentu tidak sejalan dengan apa yang Tuhan inginkan. Kemuliaan Allah baru bisa dinyatakan lewat kasih. Seperti dikatakan dalam Matius 22:37 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." lalu kemudian "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Jadi jangan sampai apa yang kita kerjakan malah membuat Tuhan kecewa atau sedih, dan apa yang kita kerjakan haruslah bisa membantu orang lain dengan standar yang kita bisa terima secara pribadi.
#2. Amsal 18:9 berkata, "Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak."
Saya percaya bahwa tidak ada orang yang terlahir sebagai pemalas. Namun yang seringkali menjadi tantangan bagi kita adalah untuk bisa mengendalikan diri kita untuk dapat memberikan konsistensi kinerja di tingkat tertinggi. Ada kalanya mood kita yang mengendalikan kinerja kita, dan bukan hal itu yang diinginkan Kristus sebagai teladan kita ada dalam karakter kita. Apa yang akan terjadi kiranya Tuhan Yesus tidak mood untuk menyelamatkanmu? Tuhan mau kita konsisten dan naik dalam kinerja pekerjaan kita, agar apa yang kita kerjakan memuliakanNya, dan orang lain bisa melihat karakter Kristus dalam hidup kita. Bukankah pekerjaan kita adalah kesaksian kita juga?
#3. Rasul Paulus juga berkata dalam Efesus 4:28 "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."
Kata berkekurangan disini tidak selalu perlu diartikan dengan orang yang miskin. Dalam konsep orang berbisnis, hal yang paling penting agar sebuah bisnis bisa maju dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang adalah bagaimana sebuah perusahaan bisa menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah dari konsumennya. Jika sebuah perusahaan/bisnis malah berfokus untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya walaupun harus mengorbankan konsumen (dengan memberikan produk atau layanan yang sub-par) maka perusahaan/bisnis itu dapat dikatakan telah mencuri.
#4. Firman Tuhan dalam Ibrani 11:1 berkata "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Selain untuk memberkati kita, pekerjaan yang kita lakukan juga bisa dipakai oleh Tuhan untuk mengajar kita tentang iman dan kesabaran kita. Yesus berkata dalam Yohanes 11:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat mengutamakan proses, walaupun Tuhan sanggup menjadikan apapun dalam sekejap, Ia menciptakan segala sesuatunya bertahap, sesuai rencanaNya yang baik. Terkadang kita mau Tuhan mengikuti rencana yang sudah kita rancangkan dalam imajinasi dan pikiran kita, namun percayalah bahwa Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8-9)
Semoga membantu, Tuhan memberkati. (CBA)
Dalam Alkitab, FirmanNya dengan jelas menggambarkan, hal pertama yang Tuhan minta kepada manusia ciptaanNya adalah bekerja.
Kejadian 2:15 "TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu."
Bahkan, jika kita lihat lebih lanjut, pada mulanya Allah pun menyatakan diri dalam Alkitab melalui pekerjaan penciptaanNya. Tuhan Yesus juga berkata dalam kitab Yohanes 5:17 "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."
Pekerjaan kita sendiri juga bisa dilihat sebagai jembatan dimana Tuhan bisa memberkati kita, dimana TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (Ulangan 28:8) Maka jelas bahwa bagian kita terlebih dahulu untuk bekerja dan berusaha, baru Tuhan Allah memberkati kita lewat apa yang menjadi usaha kita.
Pertanyaannya, mengapa ada orang yang bekerja namun tidak diberkati oleh Tuhan?
Tuhan tentu tidak akan pernah ingkar janji dalam memberkati kita, namun kita perlu ingat bahwa Tuhan tidak akan pernah kontradiktif dengan apa yang menjadi ketetapanNya. Maka jika ada janji Tuhan yang belum kita nikmati, selain menunggu dengan sabar dalam iman, kita juga harus mengevaluasi apa yang kita kerjakan, apakah sesuai dengan apa yang Tuhan tetapkan?
Ada beberapa ketetapanNya yang seringkali kita lupa dalam menjalani apa yang kita kerjakan, menurut perenungan saya, ada 4 Firman Tuhan yang perlu saya pribadi terus perhatikan sebagai guideline dalam apa yang saya kerjakan:
#1. Dalam 1 Korintus 10:31, Rasul Paulus berkata, "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
Seringkali kita melakukan pekerjaan kita dengan mindset yang egois, bahwa apa yang kita kerjakan adalah dari kita untuk kita. Hal ini tentu tidak sejalan dengan apa yang Tuhan inginkan. Kemuliaan Allah baru bisa dinyatakan lewat kasih. Seperti dikatakan dalam Matius 22:37 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." lalu kemudian "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Jadi jangan sampai apa yang kita kerjakan malah membuat Tuhan kecewa atau sedih, dan apa yang kita kerjakan haruslah bisa membantu orang lain dengan standar yang kita bisa terima secara pribadi.
#2. Amsal 18:9 berkata, "Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak."
Saya percaya bahwa tidak ada orang yang terlahir sebagai pemalas. Namun yang seringkali menjadi tantangan bagi kita adalah untuk bisa mengendalikan diri kita untuk dapat memberikan konsistensi kinerja di tingkat tertinggi. Ada kalanya mood kita yang mengendalikan kinerja kita, dan bukan hal itu yang diinginkan Kristus sebagai teladan kita ada dalam karakter kita. Apa yang akan terjadi kiranya Tuhan Yesus tidak mood untuk menyelamatkanmu? Tuhan mau kita konsisten dan naik dalam kinerja pekerjaan kita, agar apa yang kita kerjakan memuliakanNya, dan orang lain bisa melihat karakter Kristus dalam hidup kita. Bukankah pekerjaan kita adalah kesaksian kita juga?
#3. Rasul Paulus juga berkata dalam Efesus 4:28 "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."
Kata berkekurangan disini tidak selalu perlu diartikan dengan orang yang miskin. Dalam konsep orang berbisnis, hal yang paling penting agar sebuah bisnis bisa maju dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang adalah bagaimana sebuah perusahaan bisa menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah dari konsumennya. Jika sebuah perusahaan/bisnis malah berfokus untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya walaupun harus mengorbankan konsumen (dengan memberikan produk atau layanan yang sub-par) maka perusahaan/bisnis itu dapat dikatakan telah mencuri.
#4. Firman Tuhan dalam Ibrani 11:1 berkata "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Selain untuk memberkati kita, pekerjaan yang kita lakukan juga bisa dipakai oleh Tuhan untuk mengajar kita tentang iman dan kesabaran kita. Yesus berkata dalam Yohanes 11:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat mengutamakan proses, walaupun Tuhan sanggup menjadikan apapun dalam sekejap, Ia menciptakan segala sesuatunya bertahap, sesuai rencanaNya yang baik. Terkadang kita mau Tuhan mengikuti rencana yang sudah kita rancangkan dalam imajinasi dan pikiran kita, namun percayalah bahwa Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8-9)
Semoga membantu, Tuhan memberkati. (CBA)
Comments