Seringkali dalam hidup, kita dilanda kebingungan, terutama dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting bagi hidup kita. Dalam situasi ini kita yang sudah mengenal Kristus, tentu akan mencoba bertanya kepada Tuhan, supaya kita bisa mendapatkan advise terbaik dan mengambil keputusan yang tepat.
Tapi apakah Tuhan hanya berbicara dalam kondisi tersebut diatas?
Sebelum berbicara lebih jauh, pembahasan kali ini seluruhnya didasarkan kepada iman bahwa Tuhan masih berbicara secara pribadi kepada kita sampai saat ini lewat berbagai cara yang dianggap tepat oleh Tuhan bagi kita.
Tentu kita banyak mendengar pengajaran tentang suara Tuhan yang bisa kita tangkap dalam hidup kita, namun pernahkah kita sekali-kali bertanya, mengapa Tuhan berbicara dalam hidup kita? Seringkali kita terjebak dalam fokus terhadap diri kita sendiri dan memperlakukan Tuhan layaknya customer service, yang mana kita hanya akan mengontak mereka ketika kita memiliki pertanyaan yang tidak bisa kita jawab sendiri, atau bilamana kita ingin mengajukan keberatan/complaint terhadap layanan yang kita terima. Pengetahuan akan mengapa Tuhan berbicara, membantu kita untuk melakukan verifikasi, apakah benar yang kita terima adalah suara Tuhan atau melainkan suara yang lain. Bahkan jika kita mengerti akan hal ini, ini membuka hati kita untuk bisa menerima suara Tuhan kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun yang kita alami. Ada beberapa alasan mengapa Tuhan berbicara kepada kita lewat semua cara-Nya:
Tapi apakah Tuhan hanya berbicara dalam kondisi tersebut diatas?
Sebelum berbicara lebih jauh, pembahasan kali ini seluruhnya didasarkan kepada iman bahwa Tuhan masih berbicara secara pribadi kepada kita sampai saat ini lewat berbagai cara yang dianggap tepat oleh Tuhan bagi kita.
Tentu kita banyak mendengar pengajaran tentang suara Tuhan yang bisa kita tangkap dalam hidup kita, namun pernahkah kita sekali-kali bertanya, mengapa Tuhan berbicara dalam hidup kita? Seringkali kita terjebak dalam fokus terhadap diri kita sendiri dan memperlakukan Tuhan layaknya customer service, yang mana kita hanya akan mengontak mereka ketika kita memiliki pertanyaan yang tidak bisa kita jawab sendiri, atau bilamana kita ingin mengajukan keberatan/complaint terhadap layanan yang kita terima. Pengetahuan akan mengapa Tuhan berbicara, membantu kita untuk melakukan verifikasi, apakah benar yang kita terima adalah suara Tuhan atau melainkan suara yang lain. Bahkan jika kita mengerti akan hal ini, ini membuka hati kita untuk bisa menerima suara Tuhan kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun yang kita alami. Ada beberapa alasan mengapa Tuhan berbicara kepada kita lewat semua cara-Nya:
- Tuhan berbicara kepada kita untuk mengingatkan kita bahwa Ia adalah Allah yang hidup. Hal ini seharusnya adalah hal yang kita percayai secara total dalam iman kita. Rasul Paulus dalam 1 Timotius 4:10 berkata "Untuk itulah, kita bekerja keras dan berjuang. Sebab, kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, yang adalah Juru Selamat semua manusia, teristimewa mereka yang percaya." Kadang hal ini-lah yang menjadi jurang pembatas mengapa sebagian dari kita sulit mendengar suara Tuhan, karena kita tidak dengan totalitas iman kita percaya bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, yaitu Yesus Kristus tetap sama,baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
- Tuhan berbicara untuk menghibur kita dalam setiap proses yang kita alami. Tuhan kita adalah Bapa yang baik, dan kita tidak perlu lagi meragukan hal ini. Walaupun Bapa mengijinkan berbagai-bagai pencobaan untuk menempa dan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, namun Ia begitu sayang dengan kita sehingga Allah memperhatikan kita dengan sungguh-sungguh dan Ia tidak tega melihat kita menderita (Kejadian 3:7-8). Rasul Paulus sendiri berkata dalam 2 Korintus 1:3-4 "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." Bahkan Allah sendiri berkata "Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem" -- Yesaya 66:13
- Tuhan berbicara untuk mengajar kita. Terkadang kita mendapat ajaran dan teguran dari Tuhan secara pribadi, seringkali ketika kita sedang membaca Alkitab atau lewat Firman yang secara spesifik disampaikan kepada kita, seperti yang tertulis pada 2 Timotius 3:16-17 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
- Tuhan berbicara untuk memimpin dan memberi petunjuk/informasi kepada kita. Layaknya ketika umat Israel keluar dari negeri mesir, Tuhan banyak berbicara kepada umat-Nya untuk memberikan pimpinan kepada mereka, bahkan dalam proses-Nya, Ia juga berbicara lewat tindakan kepada bangsa mesir lewat tulah-tulah yang dijatuhkan-Nya kepada mesir. Atau seperti ketika Allah berbicara kepada ketiga orang majus saat kelahiran Yesus Kristus. Allah pun berkata melalui nabi Yesaya: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau." -- Yesaya 43:2
- Tuhan berbicara untuk memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Terkadang suara Tuhan yang kita dapatkan tidak berbicara tentang kita, namun secara spesifik tentang orang lain. Tentu saja, hal ini harus dengan hati-hati kita pahami, karena umumnya Tuhan berbicara kepada seseorang melalui orang lain, tentulah orang yang Tuhan pakai sudah lebih dewasa dan bisa diuji akan kedekatan-Nya dengan Tuhan. Hal ini jelas sekali dicontohkan dalam alkitab, layaknya Musa dipakai Tuhan sebagai perantara pesan Tuhan, atau Rasul Paulus ketika ia menulis berbagai-bagai surat bagi jemaat di pelbagai daerah. Sekali lagi berhati-hatilah akan hal ini, jangan sampai kita mengulang kejadian tragis pada kisah 1 Raja-Raja 13. Maka, sebelum kita menyampaikan apa yang kita kira adalah suara Tuhan bagi orang lain, baiklah kita uji diri kita terlebih dahulu, tentu dengan gambar diri yang telah pulih seutuhnya. Bagi yang menerima, ikutilah arahan Rasul Yohanes: "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia." -- 1 Yohanes 4:1
- Tuhan berbicara kepada kita untuk memberikan konfirmasi kepada kita. Terkadang kita dalam mengambil keputusan, ragu dan takut dalam menjalankan keputusan tersebut, bahkan ketika keputusan itu sudah merupakan keputusan terbaik. Atau kita kadang merasa ragu akan visi yang kita dapatkan dari Tuhan untuk masa depan kita. Maka, Tuhan akan memberikan kepada kita konfirmasi-konfirmasi lewat berbagai cara-Nya termasuk dengan suara-Nya supaya kita diteguhkan dan dikuatkan untuk menjalani segala sesuatunya dengan iman yang kuat, seperti yang diajarkan pada kita pada Yakobus 1:5 "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya." Jangan takut, sebab Musa pun meminta konfirmasi Tuhan, bahkan untuk sesuatu yang Tuhan katakan secara pribadi kepadanya (Keluaran 4).
Setelah mengetahui tujuan Tuhan berbicara kepada kita, baru kita bisa menguji dengan tepat apakah hal yang kita terima merupakan pesan pribadi Tuhan atau bukan. Dan ingat, Tuhan bisa berbicara lewat apapun, Firman-Nya, orang lain, keadaan, musik, atau bahkan hal-hal sederhana di sekeliling kita. Jangan batasi Tuhan kita dalam berinteraksi dengan kita. Tuhan memberkati!