Sesaat lagi, tahun 2018 sudah hampir berlalu. Apa kebaikan Tuhan yang sudah kita terima sepanjang Tahun ini? Tantangan apa yang sudah berhasil kita lalui di tahun ini? Ataukah ada hal-hal yang masih kita kejar di penghujung tahun 2018 ini?
Terkadang kita tidak mengerti apa yang hendak Tuhan kerjakan dalam hidup kita, terutama lewat semua tantangan yang kita alami berkali-kali, namun raja Salomo lewat hikmat yang diberikan oleh Tuhan berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkhotbah 3:11) Maka itu, bersabarlah dan kuatkanlah hatimu, kelak kita akan mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan ketika kita sudah sampai di titik akhir sebuah rencana-Nya.
Bagi sebagian dari kita yang sudah mencapai sebagian besar target yang ditentukan untuk tahun ini, maka sudah saatnya bagi kita untuk mendekat kepada Tuhan lebih lagi, mengambil waktu tenang dan intim dengan Tuhan, mengucap syukur dan mempersiapkan diri kita untuk dapat menerima visi yang baru dari Tuhan bagi kita, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada jemaat di efesus: “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.” (Efesus 1:18)
Dan dalam proses kita meminta visi dari Tuhan, ingatlah bahwa ketika Tuhan memberikan VISI kepada kita, maka Tuhan akan selalu menyediakan PROVISI yang cukup bagi VISI tersebut untuk menjadi nyata. Mempersiapkan diri kita untuk menerima VISI Tuhan artinya meningkatkan KAPASITAS kita untuk dapat menampung PROVISI Tuhan agar kita dapat menjalankan VISI tersebut, sebab jika KAPASITAS kita kurang, maka kita tidak mampu menampung PROVISI dari Tuhan, dan VISI Tuhan tidak bisa diimpartasikan dalam kehidupan kita. Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang baik dan tidak akan pernah membiarkan kita menjalani sesuatu yang tidak sanggup kita selesaikan.
Apa visi Tuhan bagimu?
Refleksi akhir tahun menurut saya adalah sebuah agenda penting yang harus kita lakukan. Hal ini membantu kita untuk mengevaluasi hal-hal yang bisa kita perbaiki kedepannya, seiring dengan spirit tahun baru yang positif. Namun mungkin bagi sebagian dari kita, refleksi akhir tahun menjadi momen yang kurang positif mengingat banyak hal yang belum berhasil kita capai sepanjang tahun. Ingat janganlah tawar hati! Sebab jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 4:10)
Terkadang kita tidak mengerti apa yang hendak Tuhan kerjakan dalam hidup kita, terutama lewat semua tantangan yang kita alami berkali-kali, namun raja Salomo lewat hikmat yang diberikan oleh Tuhan berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkhotbah 3:11) Maka itu, bersabarlah dan kuatkanlah hatimu, kelak kita akan mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan ketika kita sudah sampai di titik akhir sebuah rencana-Nya.
Bagi sebagian dari kita yang sudah mencapai sebagian besar target yang ditentukan untuk tahun ini, maka sudah saatnya bagi kita untuk mendekat kepada Tuhan lebih lagi, mengambil waktu tenang dan intim dengan Tuhan, mengucap syukur dan mempersiapkan diri kita untuk dapat menerima visi yang baru dari Tuhan bagi kita, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada jemaat di efesus: “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.” (Efesus 1:18)
Dan dalam proses kita meminta visi dari Tuhan, ingatlah bahwa ketika Tuhan memberikan VISI kepada kita, maka Tuhan akan selalu menyediakan PROVISI yang cukup bagi VISI tersebut untuk menjadi nyata. Mempersiapkan diri kita untuk menerima VISI Tuhan artinya meningkatkan KAPASITAS kita untuk dapat menampung PROVISI Tuhan agar kita dapat menjalankan VISI tersebut, sebab jika KAPASITAS kita kurang, maka kita tidak mampu menampung PROVISI dari Tuhan, dan VISI Tuhan tidak bisa diimpartasikan dalam kehidupan kita. Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang baik dan tidak akan pernah membiarkan kita menjalani sesuatu yang tidak sanggup kita selesaikan.
Apa visi Tuhan bagimu?