Skip to main content

What is my purpose?

Bisa kita pastikan bahwa setiap hal yang ada di dunia ini diciptakan dengan sebuah tujuan. Bahkan hal yang paling tidak bernilai yang ada dirumah kita, benda yang harganya paling murah sekalipun punya tujuan yang jelas. Agar kita bisa satu paham, perlu diingat bahwa apa yang kelihatan tidak berguna (tidak punya tujuan) buat kita (sampah) belum tentu tidak berguna bagi orang lain.

Jika benda yang mati punya tujuan, apalagi kita sebagai manusia yang hidup dan dinamis. Sesuatu yang kita kerjakan tanpa tujuan adalah sia-sia. Lalu bagaimana bagi yang belum aware dengan tujuan hidupnya?
  • Sebuah analogi sederhana, jika kita mau mencari tahu fungsi dan tujuan sebuah alat elektronik, maka kita perlu menghubungi pabrik pembuatnya bukan? As simple as that. Kita adalah ciptaan Bapa kita di Sorga, maka tentu Ia tahu apa yang menjadi tujuan kita. (Mazmur 139: 13-16 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertuli hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.") Lalu, bagaimana cara menghubungi Bapa kita di Sorga? Kalau di dunia kita bisa telepon, email, atau mengirimkan surat, maka menghubungi Bapa di Sorga lebih mudah lagi, cukup dengan berdoa. Doa tidak perlu bertele-tele atau berpanjang lebar, bahkan Tuhan Yesus sudah mengajari kita cara berdoa yang sederhana. (Matius 6:6-13) Mengapa Bapa kita di Sorga disebut pencipta kita, bukan orang tua jasmani kita? Karena bisa dianalogikan bahwa Bapa di Sorga adalah pemilik pabrik, yang mengerti secara keseluruhan dari produk dan pabrik tersebut, sedangkan orang tua jasmani adalah karyawan pabrik yang mengerjakan proses perakitan produk di dalamnya.
  • Selain menelepon ke pabrik pembuat, ada alternatif lain yang umumnya disediakan si pabrikan untuk membantu konsumen mencari tahu segala sesuatu tentang produknya jika si konsumen mengalami kesulitan dalam menghubungi customer service yang tersedia, yaitu buku manual atau buku panduan penggunaan produk. Tuhan sebagai pencipta kita, juga sudah menyediakan buku panduan yang paling lengkap untuk bisa kita jadikan referensi yang akurat mengenai apa yang harus kita lakukan dalam hidup kita yaitu Alkitab. (2 Timotius 3:15-16)
  • Bilapun kita tidak mengerti dengan apa yang tertulis di dalam buku manual, maka alternatif terakhir yang kita miliki adalah mendatangi langsung service center resmi, dimana representative dari pabrikan akan dengan siap sedia membantu kita untuk memahami produk yang kita miliki dan membantu mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang kita alami. Komunitas Gereja adalah tempat dimana representative dari Tuhan Yesus dibentuk dan berkumpul. (Yohanes 21:15)
Lalu setelah semua hal itu kita lakukan, tentu kita akan menanti-nantikan jawaban dari Tuhan atas pertanyaan kita, mungkin sebagian dari kita berharap Tuhan berbicara secara pribadi kepada kita, sedangkan sebagian lagi merasa skeptis akan konsep ini. Bagi saya, hal ini bisa dijelaskan secara sederhana.
  • Tuhan merupakan Allah Tritunggal (2 Korintus 13:13), dimana Allah Bapa, Allah Roh Kudus, dan Yesus Kristus adalah satu. Maka perkataan Yesus adalah sama dengan perkataan Bapa, dan perkataan Roh Kudus adalah perkataan Bapa juga. Dikatakan oleh Tuhan Yesus bahwa Roh Kudus menyertai kita dan tinggal di dalam kita (Yohanes 14:17), maka Roh yang hidup dan tinggal di dalam kita tentu bisa berkomunikasi dengan kita. Roh Kudus-lah yang berbicara secara pribadi dalam hati dan pikiran kita, untuk memberi hikmat dari Allah Bapa kepada kita, dan memberi jawaban atas segala pertanyaan kita. 
  • Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa setiap pengikut-Nya akan mendengar suara-Nya (Yohanes 10:27
  • Allah sendiri merupakan Allah yang kreatif, yang bisa kita lihat dari berbagai cara (Contoh: 1 Raja-Raja 17) dan macam ciptaan-Nya (Contoh: Kejadian 1). Maka tentu saja Ia tidak selalu menggunakan cara yang sama untuk berbicara kepada kita. Ia selalu akan mencari cara paling efektif dan tepat untuk berbicara kepada kita, entah melalui Firman-Nya (Alkitab) yang kita dengar atau baca, lewat orang-orang yang dipilih-Nya untuk bernubuat bagi kita, atau bahkan lewat musik atau cerita kesaksian dari orang lain. Jadi, jangan batasi bagaimana Allah berbicara dalam hidup kita.
  • Beri kesempatan bagi Tuhan untuk berbicara. Terkadang saat kita berdoa, kita sibuk membombardir Tuhan dengan segala permintaan, keluh kesah, dan maksud hati kita, namun kita lupa untuk memberi Tuhan waktu untuk meresponi pembicaraan kita. Ingat bahwa interaksi dua arah membutuhkan dua aspek yang tidak bisa berdiri sendiri yaitu stimulus dan respon.
Setelah mendapatkan jawaban, terkadang kita pun masih ragu, apakah hal yang kita dapatkan merupakan jawaban dari Tuhan? Bagaimana kita tahu bahwa jawaban yang kita dapatkan adalah jawaban dari Tuhan? Tentu semua itu harus diuji kebenarannya (1 Tesalonika 5:19-22) Untuk ini diperlukan kemampuan untuk mengenali suara-Nya. 

Mengenali suara Tuhan sebenarnya bukan merupakan perkara yang sulit. Beberapa hal yang bisa menjadi acuan apakah hal tersebut merupakan suara Tuhan atau bukan:
  • Mengenali suara Tuhan memiliki konsep yang sama dengan mengenali suara orang tua, sahabat dekat atau pasangan kita. Tentu kita bisa mengenali suara mereka sekalipun mereka menelepon kita dari nomor yang tidak kita kenal (tidak terlihat orangnya). Maka jika kita mengenal Tuhan dengan dekat, tentu kita mengenali suara-Nya. Ingat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup yang ada di dekat kita dan bisa kita ajak untuk membangun hubungan. (Matius 18:20)
  • Tuhan adalah Tuhan yang konsisten (Ibrani 13:8), Ia tidak pernah berubah, maka apa yang Ia katakan, perintahkan dan ajarkan di dalam firman-Nya yang terdahulu akan selalu konsisten dengan apa yang Ia katakan dan perintahkan saat ini. Selalu cek apakah suara yang kita sangka suara-Nya sejalan dengan firman-Nya? Hal ini adalah wajib walaupun kita menerima nubuatan suara Tuhan dari orang yang paling kita percaya sekalipun.