Skip to main content

Menjadi Dampak yang Sesungguhnya (Carrying the Gospel with You)

Kehidupan orang (yang katanya) percaya dewasa ini secara umum termasuk cukup ironis. Mengapa dikatakan ironis? Kebanyakan orang (yang katanya) percaya berusaha dengan segenap hatinya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, namun melupakan esensi mengapa mereka harus memiliki hidup yang lebih baik. Layaknya seseorang yang senang makan makanan yang enak, tapi lupa dengan alasan mengapa ia harus makan.

Sesuai dengan sifat manusia yang dikatakan strive for excellence (baca: tidak pernah puas), banyak dari kita larut dalam pekerjaan kita, pelayanan kita, atau kegiatan kita untuk terus meningkatkan mutu, pencapaian, pendapatan atau posisi yang kita miliki. Tentu secara sekilas hal ini sesuai dengan ayat Kolose 3:23 yang berkata "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."

Mari kita coba renungkan cerita berikut. Ada seorang laki-laki yang ingin memberikan bunga kepada kekasihnya sebagai hadiah kencan malam nanti, tentu ia mau membelikan bunga yang terbaik yang ada untuk kekasihnya dengan harapan untuk menyenangkannya. Pada sore hari saat si laki-laki pergi mencari bunga, laki-laki itu menghabiskan waktu yang sangat lama untuk memastikan bahwa bunga yang ia beli merupakan bunga terbaik dari toko terbaik yang ada di daerah itu hingga ia pun terlambat dalam kencan mereka. Pertanyaannya, apakah sang kekasih akan benar-benar bahagia saat diberikan bunga itu?

Perlu kita sering mengingatkan diri kita bahwa setiap dari kita ditempatkan di tempat dimana kita berada masing-masing dengan personal purpose yang Tuhan berikan bagi kita dan setiap pencapaian yang kita dapatkan, setiap promosi, setiap breakthrough yang kita terima hanya merupakan alat-Nya agar kita bisa semakin berdampak dalam mengerjakan tugas utama yang Tuhan berikan. Pencapaian, promosi, ataupun breakthough yang kita dapat bukan tujuan yang utama buat kita, jangan salah fokus untuk mengejar apa yang bisa datang sendiri dalam hidup kita (Matius 6:33). Lalu apa sebenarnya yang harus kita lakukan?

Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberikan sebuah amanat agung, yang merupakan perintah terakhir-Nya sebagai Anak manusia: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28: 19-20)

Lalu apa hubungan antara amanat agung Yesus Kristus dengan apa yang kita kerjakan? 
  • Ingat bahwa Tuhan meminta kita mengabarkan Injil-Nya, kemanapun kita pergi, kepada siapapun kita bertemu (semua bangsa), dan tempat dimana kita bisa bertemu dengan berbagai macam orang adalah lewat pekerjaan kita. Selain itu sebagian besar dari kita menghabiskan lebih dari setengah waktu produktif kita sehari-hari dalam marketplace / komunitas dimana kita berada.
  • Segala hal yang kita capai dimaksudkan untuk meningkatkan level of influence kita. Layaknya dikatakan Kristus bahwa kita adalah garam dan terang dunia, maka asin dan cahaya yang kita hasilkan (pencapaian kita, posisi kita) haruslah menjadi dampak buat orang lain yang ada di sekitar kita, bukan malah kita nikmati sendiri. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Matius 5:13)Ketika garam menjadi dampak, garam itu larut dan tidak terlihat lagi. Ketika manusia menjadi dampak, fokus dari manusia itu bukan lagi dirinya sendiri dan apa yang bisa dia capai, tapi bagaimana ia "larut" dalam komunitas tempat dimana ia diletakkan dan menginisiasi perubahan hidup.
Menjadi dampak tentu berbicara dalam aspek yang sangat luas dan bervariasi, namun bagi Kristus, dampak yang terutama dan paling bermanfaat adalah kabar baik-Nya. Banyak dari kita masih canggung atau takut dalam menyampaikan kabar baik itu dengan berbagai alasan dan asumsi. Kenapa asumsi? Karena banyak dari kita sudah merasa akan ditolak sebelum benar-benar mencoba menyampaikan kabar baik itu sendiri.

Rasul Paulus berkata dalam Roma 1:16 (KJV) "For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth; to the Jew first, and also to the Greek." Janganlah kita takut atau malu dalam menyampaikan kabar baik Kristus, dan perlu diingat, kabar baik itu tidak selalu harus berupa ayat-ayat alkitab atau khotbah. Kabar baik itu bisa berupa penghiburan bagi yang berbeban berat, pertolongan yang nyata untuk menjawab kebutuhan orang lain, doa untuk memberi kesembuhan dan kekuatan, cerita positif tentang pengalaman pribadi kita yang membangkitkan iman orang lain, penyertaan yang tulus dalam menghadapi masalah dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita kerjakan seturut dengan teladan Yesus Kristus. Layaknya kita disebutkan sebagai terang dunia (Matius 5:14), maka mengapa kita mencoba menutupi dan menyembunyikan terang Kristus dalam hidup kita agar tidak diketahui orang lain dengan menaruhnya dibawah gantang? (Matius 5:15).

Jika kita mengerti akan esensi ini, maka kita secara otomatis mengerti bahwa kita harus melakukan segala sesuatu dengan lebih baik lagi, bukan untuk mendapat promosi saja, tapi supaya kita mendapatkan influence level yang lebih tinggi agar semakin asin dan semakin terang, sehingga perbuatan atau pekerjaan kita menjadi jembatan agar orang lain bisa datang kepada-Nya. Kita menjadi mengerti kenapa kita harus makan, dan mengapa makan di tempat makan yang makanannya enak itu penting - karena dengan kita makan disana, kita bisa memberitakan kabar baik Kristus ke komunitas yang lebih influencial, sehingga dampak yang kabar baik Kristus berikan bisa lebih besar lagi, bukan hanya sekedar untuk menyenangkan lidah kita semata. Manusia selalu memilih melihat ke tempat yang lebih terang, dan makan makanan yang lebih memiliki rasa (asin).

Pastor Rick Ezell dalam artikel yang saya baca memberikan tips, bagaimana menjadi dampak di komunitas atau marketplace:
#1 Berjalan bersama Kristus dalam setiap yang kita kerjakan (Mazmur 16:8)
#2 Terus aktif mencari dan mengalami perubahan hidup bersama-Nya (Roma 12:2)
#3 Peka terhadap apa yang mejadi keinginan-Nya, dan tunjukkan Kristus lewat perbuatan ktia 

Selalu ingat bahwa kabar baik kita sebarkan dengan tujuan utama mengasihi Tuhan, dan karena kita juga mengasihi sesama kita sehingga kita mau mereka mengenal sang Juru Selamat pemberi solusi dan kekuatan hidup sama seperti yang telah kita alami. (Lukas 10:27). Selamat menjadi dampak!