Skip to main content

/in·teg·ri·tas/

Kata ini merupakan sebuah kata yang sering sekali dibahas, tidak hanya dalam pertemuan-pertemuan ibadah dimanapun, namun juga dalam marketplace atau dalam kehidupan sekuler. Dunia pun mengakui bahwa Integritas merupakan salah satu bahan baku kesuksesan dalam kehidupan manusia kapanpun, dimanapun. Lewat pemahaman pribadi saya yang sederhana, saya ingin membagikan apa yang Firman Allah ajarkan kepada saya terkait dengan Integritas. Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, integritas disebutkan memiliki arti: mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran;

Bisa saya simpulkan lewat pemahaman pribadi saya bahwa Integritas berbicara tentang keselarasan penuh antara pikiran, perkataan, dan perbuatan yang kita miliki. Bagi saya pribadi Integritas merupakan sebuah kunci bagi kita untuk mendapatkan hidup yang berkualitas, berbahagia, dan hidup yang penuh dengan rasa syukur. Bahkan kebahagiaan yang Tuhan berikan atas kesetiaan kita tidak hanya berhenti dalam hidup kita, namun turun hingga keturunan kita seperti apa yang disebutkan oleh firman Allah dalam Amsal 20:7 - The righteous person behaves in integrity; blessed are his children after him (NET)

Kristus sendiri lewat alkitab menunjukkan bagaimana caranya untuk memiliki integritas dalam hidup lewat setiap perjalanan hidup-Nya, namun ada 1 ayat yang saya dapatkan yang secara khusus berbicara kepada saya pribadi tentang:

Bagaimana memiliki hidup yang berintegritas

Matius 22:16b
"Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka."


Poin yang didapat:


#1 Sebagai pengikut Kristus, lewat teladan-Nya lah kita bisa belajar lebih banyak. Dalam setiap pelayanan (act) dan pengajaran (said), Yesus tidak pernah berkontradiksi, apa yang Ia katakan pasti Ia kerjakan. Ia jujur terhadap apa yang ada dalam hatinya lewat perkataan dan perbuatan-Nya. Ini artinya kita harus belajar untuk tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani pribadi kita. Ada sebuah kalimat yang baik untuk menggambarkan hal ini: "Salah itu tetap salah meskipun semua orang melakukannya. Benar itu tetap benar meskipun tiada orang melakukannya."

#2 Kristus Yesus dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatannya selalu merujuk kepada jalan Allah, tidak pernah Ia mengacu kepada hal lainnya. Yesus selalu memegang teguh setiap ketetapan-ketetapan Allah, bukan peraturan-peraturan atau bahkan tafsir yang dibuat oleh manusia. Dengan jelas dalam Matius 5:17, Yesus sendiri berkata "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

#3 Kita tentu setuju bahwa menjaga integritas dalam kehidupan kita sehari-hari dengan konsisten bukanlah perkara yang mudah, ada 2 hal mendasar yang perlu kita perhatikan agar integritas kita bisa terus dijaga:
  • Jangan takut kepada siapapun atau hal apapun juga, selain kepada Tuhan Allahmu. Rasa takut terhadap sesuatu atau seseorang bisa membuat kita berbelok dari nilai-nilai benar yang ditanamkan dalam diri kita, karena itu kita perlu selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa Allah kita lebih besar dari apapun atau siapapun yang ada di dunia ini. Dalam Matius 10:28 Yesus mengatakan "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka."
  • Tidak perlu mencari muka. Menjadi berkat untuk sesama adalah berbeda dengan mencoba menyenangkan semua orang, apalagi dengan menggunakan segala macam cara. Terkadang kita terlalu menggantungkan harapan kita terhadap manusia tertentu sehingga berusaha sekeras-kerasnya untuk mendapatkan perhatian atau berusaha menjadi kesukaan orang itu, namun dalam 1 Samuel 16:7b dikatakan "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Bila apa yang kita perlihatkan kepada orang lain berbeda dengan apa yang sebenarnya ada di dalam hati kita, tentu kita sudah mempertunjukkan sebuah kebohongan yang sia-sia kepada Tuhan. Lebih baik kita menampilkan diri kita apa adanya, dan jujur terhadap hati nurani kita atas segala hal yang akan kita perkatakan dan lakukan, hal ini akan membangun pengakuan yang sehat bagi kita baik dari Allah maupun manusia. 
  • Tidak perlu mencari muka juga berbicara dalam segala aspek kehidupan kita. Segala yang Tuhan berikan dalam hidup kita berasal dari kasih karunia-Nya kepada kita. Dalam Efesus 2:8-9 dikatakan "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu." Dan perlu selalu kita ingat bahwa promosi itu datangnya selalu dari Tuhan, bukan dari hasil mencari muka kepada manusia, seperti yang dikatakan dalam Mazmur 75:6-7 "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain."