Cerita Yesus memberi makan lima ribu orang terdokumentasi dalam 4 kitab (perikop) yang berbeda dalam alkitab: Matius 14:13-21; Markus 6:30-44; Lukas 9:10-17; dan Yohanes 6:1-13
Pembahasan berikut merupakan bagian kedua dari pemahaman yang saya miliki, baik dari pemikiran saya pribadi, maupun dari pemikiran orang lain yang bisa saya serap. Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati.
Matius 14:15-16
Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Markus 6:35-37
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Lukas 9:12-13a
Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!"
Yohanes 6: 4-7
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
#1 Dibagian ini Yesus meminta (menantang) murid-muridNya untuk memberi makan orang-orang yang mengikut Dia, dimana dalam tantangan ini, para murid-murid kemudian berfokus pada segala keterbatasan (fakta) yang mereka bisa lihat atau yang mereka miliki.
Pembahasan berikut merupakan bagian kedua dari pemahaman yang saya miliki, baik dari pemikiran saya pribadi, maupun dari pemikiran orang lain yang bisa saya serap. Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati.
Bagian Kedua: Menjadi Alat-Nya
Matius 14:15-16
Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Markus 6:35-37
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Lukas 9:12-13a
Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!"
Yohanes 6: 4-7
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
Poin yang didapat:
#1 Dibagian ini Yesus meminta (menantang) murid-muridNya untuk memberi makan orang-orang yang mengikut Dia, dimana dalam tantangan ini, para murid-murid kemudian berfokus pada segala keterbatasan (fakta) yang mereka bisa lihat atau yang mereka miliki.
- Ketika murid-murid mengatakan bahwa tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam (Matius 14:15; Markus 6:35; Lukas 9:12), beberapa implikasi yang bisa diambil:
- Murid-murid merasa lelah setelah melayani sejak terang, mengingat bahwa mereka tidak jadi beristirahat sebelumnya dan mengikut Yesus naik ke atas gunung yang bisa dianggap sebagai keterbatasan energi.
- Tempat yang sunyi, bisa dianggap sebagai keterbatasan tempat.
- Hari sudah mulai malam, bisa dianggap sebagai keterbatasan waktu.
- Uang yang mereka miliki hanya 200 dinar saja, ini secara perhitungan akal manusia pasti tidak akan cukup untuk membelikan makan bagi lima ribu orang (Yohanes 6:7). Dengan kata lain, keterbatasan finansial.
#2 Filipus secara khusus ditanya oleh Tuhan Yesus, "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" dan sayangnya Filipus sebagai salah satu murid yang paling senior (Rasul ke-5), selain merupakan salah satu dari segelintir murid Yesus yang dipanggil secara pribadi untuk mengikuti Dia (Yohanes 1:43) tidak berhasil dalam imannya kepada Allah dengan bersandar pada pengertian dan perhitungan pribadinya saat itu (Yohanes 6:7), sekalipun Filipus sendiri-lah yang menyebut Yesus sebagai pribadi yang diutus oleh Allah (Yohanes 1:45, yang kemungkinan besar merujuk kepada Ulangan 18:15).
- Perlu diketahui pula bahwa Filipus juga berasal dari kota Bethsaida, dimana mereka berada saat itu, sehingga ada kecenderungan bahwa Filipus merasa mengenal kondisi tempat itu lebih dari yang lainnya, hal ini semakin menguatkan fokus Filipus terhadap keterbatasan yang ada di hadapan mereka.
- Filipus sebagai salah satu yang dipanggil oleh Tuhan Yesus pada mula-mula, kemungkinan besar (karena tidak disebutkan dengan jelas di alkitab) menjadi salah satu dari para murid-muridNya yang menyaksikan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di Kana, Galilea (Yohanes 2:1-11) sebelumnya.
#3 Keterbatasan ini kemudian menjadi alasan bagi para murid-murid untuk "mengusir" orang-orang banyak itu untuk pergi ke desa-desa dan kampung-kampung di sekitar tempat itu untuk memenuhi kebutuhan mereka (makan).
- Terkadang keterbatasan yang kita lihat atau rasakan yang kita jadikan sebagai alasan bagi kita untuk tidak mau membantu/melayani orang lain lebih dari apa yang kita sudah lakukan saat ini. Akhirnya kita secara halus "mengusir" orang-orang yang sebetulnya perlu kita layani dari pintu gerbang kita. Akhirnya orang-orang itu terpaksa harus mencari "makanan" ke desa-desa dan kampung-kampung yang ada disekitarnya, padahal Tuhan Yesus sanggup memberi mereka "makan" hingga kenyang.
- Makanan dalam alkitab umumnya adalah sebuah metafora yang melambangkan persekutuan yang akrab dengan seseorang. Makan bersama adalah perlambangan atau ungkapan persekutuan pada zaman itu. Ketika murid-murid menginginkan mereka mencari makan ke desa-desa dan kampung-kampung, bisa diartikan bahwa mereka menjauhkan atau menolak orang-orang itu dari persekutuan dengan Tuhan Yesus.
- Makanan sendiri sering menjadi perlambangan Firman Allah yang diberikan kepada manusia (Matius 4:4; 1 Korintus 10:3). Ketika murid-murid meminta mereka untuk pergi dan mencari makanan di desa-desa dan di kampung-kampung adalah sama halnya dengan menjauhkan orang-orang tersebut dari Firman Allah sendiri.
- Bisa juga dikatakan jika orang-orang itu pergi dari sana, maka mereka menjauh dari Tuhan Yesus dan tidak dapat lagi mendengarkan FirmanNya yang disampaikan di tempat itu (pergi dari persekutuan itu), walaupun para murid-muridNya mungkin tidak bermaksud melakukan hal ini secara sengaja.
Comments