Cerita Yesus memberi makan lima ribu orang terdokumentasi dalam 4 kitab (perikop) yang berbeda dalam alkitab: Matius 14:13-21; Markus 6:30-44; Lukas 9:10-17; dan Yohanes 6:1-13
Pembahasan berikut merupakan bagian yang terakhir dari pemahaman yang saya miliki, baik dari pemikiran saya pribadi, maupun dari pemikiran orang lain yang bisa saya serap. Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati.
Matius 14: 17-21
Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Markus 6:38-44
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Lukas 9:13b-17
Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.
Yohanes 6: 8-15
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.
#1 Disaat murid-murid kebingungan untuk menjawab perintah Tuhan Yesus untuk memberi makan orang-orang yang ada disana saat itu, Tuhan Yesus bertanya kepada mereka "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!." Mudah bagi Tuhan Yesus untuk menjadikan yang ada dari yang tidak ada, namun Tuhan Yesus memilih untuk membuat mujizatnya lewat sebuah medium yang adalah lima roti dan dua ikan. Hal ini sama seperti bertanya, jika Tuhan Yesus saat ini juga bisa membuat seluruh dunia percaya akan Kristus yang hidup dengan cara menampakkan diriNya dengan megah di langit layaknya penguasa yang agung, mengapa Tuhan mengutus kita sebagai alat dalam pekerjaanNya? (Matius 28:16-20).
Pembahasan berikut merupakan bagian yang terakhir dari pemahaman yang saya miliki, baik dari pemikiran saya pribadi, maupun dari pemikiran orang lain yang bisa saya serap. Semoga bermanfaat. Tuhan Memberkati.
Bagian Ketiga: Melihat Mujizat-Nya
Matius 14: 17-21
Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Markus 6:38-44
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Lukas 9:13b-17
Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.
Yohanes 6: 8-15
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.
Poin yang didapat:
#1 Disaat murid-murid kebingungan untuk menjawab perintah Tuhan Yesus untuk memberi makan orang-orang yang ada disana saat itu, Tuhan Yesus bertanya kepada mereka "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!." Mudah bagi Tuhan Yesus untuk menjadikan yang ada dari yang tidak ada, namun Tuhan Yesus memilih untuk membuat mujizatnya lewat sebuah medium yang adalah lima roti dan dua ikan. Hal ini sama seperti bertanya, jika Tuhan Yesus saat ini juga bisa membuat seluruh dunia percaya akan Kristus yang hidup dengan cara menampakkan diriNya dengan megah di langit layaknya penguasa yang agung, mengapa Tuhan mengutus kita sebagai alat dalam pekerjaanNya? (Matius 28:16-20).
- Kita tahu bahwa setiap hal yang muncul tanpa disertai oleh proses yang benar tidak akan bertahan lama, layaknya pondasi sebuah rumah yang dikerjakan secara terburu-buru tidak akan sanggup menahan beban yang berat, karya seni yang diciptakan dalam waktu satu hari tidak akan memiliki kualitas yang sama dengan karya seni yang dikerjakan dengan serius selama berbulan-bulan, maka iman yang muncul dengan sekejap juga tidak akan mampu bertahan dalam pencobaan.
- Tidak ada sesuatupun didalam dunia ini diciptakan oleh Allah untuk disia-siakan. Hal terkecil pun bisa Tuhan pakai dalam pekerjaanNya yang luar biasa.(1 Korintus 1:26-28). Kita perlu merubah mindset kita untuk selalu aware, jangan sampai kita meremehkan hal-hal kecil disekitar kita. Seorang anak yang hanya memiliki lima roti jelai dan dua ikan pun bisa menjadi benih mujizat yang luar biasa. (Jelai merupakan bahan makanan yang bahkan lebih murah dari gandum, dan biasa menjadi bahan makanan ternak dan rakyat kecil).
- Segala yang tertulis di Alkitab tidak pernah ditulis secara kebetulan, begitu pula dengan keberadaan roti dan ikan tersebut. Bisa kita lihat bahwa Tuhan Allah kita adalah Allah yang tahu kebutuhan kita lebih dari siapapun, dalam keadaan apapun. Dalam cerita ini roti melambangkan kebutuhan (NEEDS), sedangkan ikan melambangkan keinginan (WANTS). Dikatakan dalam Filipi 4:19 bahwa "Allahku akan memenuhi segala KEPERLUANMU menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Yang Tuhan janjikan adalah pemenuhan keperluan, bukan keinginan kita, namun sebagai Bapa yang baik, Dia juga mengerti bahwa kita memiliki keinginan-keinginan pribadi, dan layaknya bapa di bumi yang murah hati kepada keinginan anaknya, terlebih lagi Bapa kita di Sorga, hanya saja Dia tahu bahwa pemenuhan keinginan yang berlebihan tidak baik untuk kedewasaan kita, itulah mengapa porsi roti lebih banyak dari porsi ikan.
- Roti akan lebih tahan lama ketika disimpan dibandingkan dengan ikan, layaknya kebutuhan kita lebih penting dan terus-menerus akan kita perlukan, dibandikan dengan keinginan-keinginan kita yang hanya sekejap saja muncul lalu berubah di kemudian hari.
- Tuhan Allah kita juga merupakan Tuhan yang tepat waktu, tidak kebetulan anak kecil itu berada di tengah kerumunan orang banyak dan mau memberikan roti dan ikan yang ia miliki. Roti dan ikan tersebut juga tidak muncul secara ajaib dari langit, Roti perlu dipanggang terlebih dahulu, ikan perlu ditangkap terlebih dahulu. Tuhan sudah bekerja untuk memberi solusi bagi kita jauh sebelum masalah yang kita hadapi muncul.
#2 Tuhan lalu meminta murid-muridNya agar menyuruh orang-orang banyak itu duduk berkelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh sekelompok. (Lukas 9:14; Markus 6:39-40)
- Tuhan Yesus adalah Pribadi yang teratur, sebelum Ia menyatakan mujizatNya, ia mau kita menyiapkan diri kita dengan benar dan teratur terlebih dahulu. Jika orang-orang itu tidak duduk dengan teratur secara berkelompok, tentu akan sulit bagi murid-muridNya untuk dapat membagi-bagikan makanan bagi mereka, malah sangat mungkin terjadi kekacauan atau keributan, mengingat begitu banyaknya jumlah orang yang hadir (lima ribu laki-laki tidak termasuk perempuan dan anak-anak). Jika kita tidak siap menerima mujizat, maka mujizat itu akan menjadi biang kekacauan dalam hidup kita.
- Tuhan Yesus juga mau murid-muridNya untuk belajar mengelola orang-orang itu (Yohanes 6:10). Tentu tidak mudah untuk mengatur dan mengelompokkan begitu banyak orang, namun itulah proses yang harus dilalui oleh murid-muridNya sebelum mujizat terjadi.
#3 Tuhan Yesus menegadah ke langit, mengucap syukur (Yohanes 6:11), lalu memecah-mecahkan roti dan ikan tersebut sebelum membagi-bagikannya.
- Yesus menegadah ke langit. Yesus tahu bahwa Bapa di Sorga yang empunya kuasa, dan oleh Bapa di Sorga, Ia diberi kuasa untuk melakukan mujizat. Janganlah mengandalkan kekuatan individu yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah atau tantangan yang ada di hadapan kita, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33) Satu-satunya pertolongan kita hanya datang dari Allah saja.
- Yesus mengucap syukur. Ucapan syukur merupakan hal yang paling dikehendaki oleh Bapa di Sorga. Firman "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya." berulang kali muncul dalam alkitab, baik perjanjian lama maupun perjanjian baru untuk terus mengingatkan kita, untuk terus mengucap syukur dalam segala hal. Rasul Paulus pun kemudian mengatakan dalam 1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Ucapan syukur membuka pintu pertolongan dari Sorga, karena ucapan syukur adalah bukti iman kita kepada Tuhan bahwa kita sudah menerima jawaban dari doa-doa kita. (Ibrani 11:1)
- Yesus memecah-mecahkan roti dan ikan lalu membagi-bagikannya. Hal ini merupakan langkah iman, karena pada saat Yesus memecah-mecahkan roti dan ikan, roti dan ikan itu belum bertambah banyak, baru setelah dibagi-bagikanlah terlihat bahwa semua orang dapat makan sampai kenyang. Yakobus 2:22 berkata "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." Janganlah kita menunggu mujizat terjadi begitu saja tanpa ada usaha, bahwasanya iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26).
- Yesus meminta murid-muridNya untuk membagi-bagikan makanan itu (Lukas 9:16b), karena Tuhan mau murid-muridNya menjadi saluran berkatNya, layaknya kita dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekeliling kita, baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal.
#4 Dan setelah semua orang makan dengan kenyang Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
- Tuhan selalu memberi dengan berkelimpahan, namun Tuhan tidak mengajarkan untuk menyia-nyiakan (terbuang dengan sia-sia) kelimpahan itu.
- Yang terkumpul dari sisa roti adalah dua belas bakul (keranjang makanan). Hal ini memang tidak dijelaskan lebih lanjut di Alkitab, namun menurut pemahaman saya, setelah murid-muridNya (terutama 12 Rasul) menjadi saluran berkatNya, Tuhan juga tidak lupa memberkati mereka dengan baik, dimana setiap Rasul mendapatkan bagian 1 bakul roti sebagai bekal perjalanan mereka kedepannya. (Asumsi saya, Tuhan bisa saja membiarkan sisa-sisa roti tersebut agar dibawa pergi oleh orang-orang banyak, namun secara spesifik Tuhan meminta murid-muridNya-lah yang mengumpulkan sisa-sisa roti tersebut.)
- Roti sebagai perlambangan kebutuhan utama manusia, kembali diperkuat dalam bagian ini, karena Alkitab hanya mencatat jumlah potongan roti yang dikumpulkan.
Comments